Hari Pertama Kerja, Pemkot Bogor Gelar Halalbihalal di Balai Kota

Acara tersebut dihadiri sebanyak 785 aparatur di lingkungan Pemkot Bogor, pimpinan Forkopimda beserta istri, para tokoh agama dan perwakilan warga

Editor: Mohamad Rizki
Istimewa/Pemkot Bogor
Hari pertama masuk kerja setelah libur Idul Fitri, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar Halalbihalal yang dipusatkan di Plaza Balai Kota Bogor, Senin (9/5/2022) pagi. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Hari pertama masuk kerja setelah libur Idul Fitri, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar Halalbihalal yang dipusatkan di Plaza Balai Kota Bogor, Senin (9/5/2022) pagi.

Acara tersebut dihadiri sebanyak 785 aparatur di lingkungan Pemkot Bogor, pimpinan Forkopimda beserta istri, para tokoh agama dan perwakilan masyarakat Kota Bogor.

Halalbihalal dipimpin Wali Kota Bogor, Bima Arya didampingi Wakilnya, Dedie A Rachim, Sekda, Syarifah Sofiah serta pimpinan Forkopimda yang secara langsung mendatangi semua yang hadir untuk bersalaman.

“Hari ini hanya atas takdir Allah SWT kita kembali bisa melaksanakan ritual yang luar biasa dan bermakna yaitu halal bi halal. Sudah lama kita kangen bisa bertatap muka secara langsung tanpa batas dan tanpa jarak melaksanakan silaturahmi dan bersalaman seperti ini, dua Idul Fitri terlewat.

Ini semua tentu tidak mungkin terjadi selain atas doa dan kerja keras semua pihak di Kota Bogor. Saya tidak berhenti bersyukur, dianugerahi oleh Allah SWT jajaran Forkopimda yang solid, kompak luar biasa dan tidak kenal lelah,” kata Bima Arya.

Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya menyampaikan, belajar dari cerita-cerita yang ada, penghargaan yang diraih suatu wilayah tidak terlepas dari tiga hal, yaitu motivasi, kepemimpinan, stamina dan konsistensi. Ketiganya bisa dijadikan sebagai bahan renungan.

Menurutnya motivasi para ASN pada satu kota yang berhasil meraih penghargaan, mungkin diduga kuat tidak melulu bersifat materi dan juga posisi, tetapi juga spiritual.

Motivasi spiritual muncul mengingat keterbatasan yang ada. Selain itu juga didasari dari loyalitas kepada pimpinan atau karena benar-benar cinta dan hormat kepada pimpinan.

“Spiritualnya adalah menghormati dan menaati pimpinan yang menjadi bagian dari keimanan serta keyakinan.

Karena itu Insya Allah mari kita yakini, yang membuat kota langganan penghargaan harusnya adalah spiritual bukan material. Ini renungan kita semua, sejauh mana kita memahami dan meyakini bekerja adalah ibadah.

Pertolongan Allah SWT akan datang melalui cara dan arah yang kita tidak duga untuk orang-orang yang bertakwa,” ungkap Bima Arya.

Untuk aspek kepemimpinan, Bima Arya menjelaskan, Kota Bogor bukan keturunan 'kaleng-kaleng'. Sejarah kepemimpinan yang dicintai, karena mampu mensejahterakan rakyatnya dan warisan yang ditinggalkan merupakan trah yang luar biasa.

Dengan spirit yang dimiliki saat ini, seluruh lapisan di Kota Bogor diharapkan bisa meneladani atau memberikan jalan bagi pemimpin-pemimpin berikutnya.

“Semoga ini berlanjut dari masa ke masa. Dinu Kiwari Ngancik Nu Bihari Seja Ayeuna Sampeureun Jaga,” tegas Bima Arya.

Kepada semua yang hadir, Bima Arya menerangkan bahwa bulan ramadan adalah miniatur kehidupan. Jika tidak dijaga akan bubar dan buyar, kecuali bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa yang semangatnya makin berkobar jelang akhir ramadan untuk mengejar serta menggapai ridha, ampunan dan berkah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved