Hasil Penelitian : Sungai Ciliwung Mengandung Phosfat Tinggi dan Mikroplastik    

Sungai yang membentang dari hulu Puncak Kabupaten Bogor sampai hilir daerah Jakarta, harus terus dibenahi.

Tayang:
Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Kondisi Sungai Ciliwung di sekitaran Sempur kota Bogor, Rabu (18/5/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kondisi air Sungai Ciliwung yang melintasi Kota Bogor masih menjadi perhatian.

Sungai yang membentang dari hulu Puncak Kabupaten Bogor sampai hilir daerah Jakarta, harus terus dibenahi.

Berdasarkan hasil penelitian dari Peneliti Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (ECOTON), sample air per 2021 bulan Agustus lalu yang diambil di wilayah Sempur dan Cibuluh, masih menghawatirkan.

Eka Chlara Budiarti peneliti dari ECOTON (Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah) menjelaskan, sample air yang diambil di wilayah Sempur dan Cibuluh terindentifikasi mengandung mikroplastik.

Tidak hanya itu, lanjut Chlara, dua sample air itu pun mengandung zat phosfat yang cukup sangat tinggi.

"Berdasarkan hasil uji fisika kimia menggunakan parameter pH, TDS, suhu, serta phosfat Sungai Ciliwung ini sudah mengandung mikro plastik. Dimana untuk Ciliwung titik Sempur mengandung 54 fiber, 12 fragmen, 30 filamen. Sedangkan untuk Ciliwung titik Cibuluh mengandung 215 fiber,  12 fragmen, dan 41 filamen," kata Chlara kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (18/5/2022).

"Untuk sample air di dua titik itu pun mengandung phosfat yang melebihi batas peraturan. Dimana untuk titik Sempur mengandung 1,2 PPM dan Cibuluh Kedung Badak mengandung 1 PPM," imbuhnya.

Zat-zat itu, kata Chlara, termasuk cukup sangat tinggi terlebih phosfat yang terkandung di dua sample air tersebut.

"Padahal di peraturan PP No 22 tahun 2021 ketika kelas air yang peruntukannya air minum, harus tidak melebihi batas phosfat. Jadi, ini sungai Ciliwung yang di Bogor segmen hulunya itu tidak bagus. Karena kelebihan batas fospat yang mana kadarnya tidak boleh lebih dari 0.2 PPM," jelasnya.

Namun jauh sebelum diujikan untuk kebutuhan penelitian, Chlara menjelaskan, sumber phosfat dan mikroplastik yang terkandung di air Ciliwung disebabkan oleh sampah rumah tangga dan industri.

Dijelaskan olehnya, sampah yang masuk ke aliran itu menghasilkan aliran Ciliwung mengandung zat tersebut.

"Phosfat tu hadir di Limbah Rumah Tangga. Karena sepengatuhan kita waktu kita ada disana memang limbah rumah tangga masuk tanpa ter treatment. Jadi, dalam kandunyan limbah rumah tangga ada beberapa zat sisa hasil dari produksi rumah tangga," tambahnya.

Zat-zat yang tidak tertreatment itu, kata Chlara, bisa juga masuk dari aktifitas industrial masyarakat sekitar.

Dalam hal ini, kata Chlara, pabrik-pabrik industrian menjadi penumbang terbesar dengan meningkatnta phosfat dan mikroplastik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved