Berawal dari Pandemi, Kaos Lukis Bogor Tembus Pasar Nusantara Hingga Singapura

Seperti salah satunya seniman lukis kaus Bogor, Yana Suryana (44), awalnya ia menggeluti seni lukis kanvas.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Vivi Febrianti
Ist/Dokumentasi Yansu
Yansu (Baju Biru) dan Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim sedang Memegang Hasil Karyanya. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TIMUR - Bogor memiliki banyak sekali seniman yang tak pernah habis untuk dibahas.

Seperti salah satunya seniman lukis kaus Bogor, Yana Suryana (44), awalnya ia menggeluti seni lukis kanvas.

Namun, karena pandemi, membuat pergerakannya terbatas, munculah ide untuk melukis dengan media kaus.

"Untuk lukis kaos sejak tiga tahun kebelakang, semenjak pandemi aja, stuck engga ada pameran, akhirnya nyoba di kaos, alhamdulillah responnya baik, malah banyak request," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (20/5/2022).

Hasil karya yang diberi nama Kaos Lukis Bogor (Kalubo) ini sudah mencapai pasaran nusantara hingga Singapura.

Yansu sapaan akrabnya mengatakan, keahliannya melukis didapatkan secara otodidak.

"Bisanya otodidak aja, karna dari kecil emang hobby menggambar," kata Yansu saat ditemui di Kediamannya di Jalan Ciheulet, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Dengan berbahan kaus polos, cat akrilik dan menggambar secara manual, ia mampu menghasilkan karya seni yang luar biasa.

Hasil karyanya pun mendapat banyak apresiasi dari paguyuban seni dan budaya hingga Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim.

Ia mengatakan, hasil karyanya lebih condong kepada tema Tematik tentang Bogor, namun bisa juga mengerjakan desain sesuai permintaan.

"Alhamdulillah mendapat respon juga dari respon dari pa wakil, mendapat apreasi juga dari Palataran Pakujajar Sipatahunan, salah pelopor seni budaya tertua di Bogor," ucapnya.

Dari penuturannya, kualitas kaus yang ia lukis tak kalah dengan kaus sablon pada umumnya, serta harga kaus hasil karyanya dibaderol mulai dari Rp 150 sampai 500 ribu.

"Kalo ketahanan atau awetnya sama kaya kaos sablon, tergantung pemakaian dan juga perawatannya, untuk harga bervariatif tergantung kerumitannya," tuturnya.

Untuk waktu pengerjaanya, Yansu mengutarakan bahwa kuantitasnya tergantung dengan moodnya.

"Buat pengerjaan kalo lagi mood sehari bisa selusin, tapi kalo lagi engga mood seminggu juga kadang engga beres," kata Yansu.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved