Lebih Dari 100 Tahun, Rumah di Kawasan Suryakencana Bogor Masih Pertahankan Keasliannya
Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu budayawan Bogor yang sangat mengenal kawasan Suryakencana Bogor.
Penulis: Reynaldi Andrian Pamungkas | Editor: Vivi Febrianti
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kawasan Suryakencana menjadi salah satu wilayah yang tertua di Kota Bogor, bahkan bangunan-bangunannya masih dipertahankan keasliannya.
Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu budayawan Bogor yang sangat mengenal kawasan Suryakencana Bogor.
"Di kawasan Suryakencana ini ada beberapa rumah yang masih dipertahankan keasliannya dari zaman dahulu," ucap Arifin Himawan (56) kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (26/5/2022).
Menurutnya, rumah-rumah tua yang masih mempertahankan keasliannya di kawasan Suryakencana ini jumlahnya kurang dari 10 unit.
Bahkan di antara beberapa rumah tua tersebut, masih ada yang dihuni oleh pemiliknya.
Pria kelahiran 1966 ini mengungkapkan bahwa rumah tua di kawasan Suryakencana ini, salah satunya dimiliki oleh keluarga Teng.
"Keluarga Teng ini merupakan bangsawan berkebangsaan Tionghoa pada zaman dahulu, zaman penjajahan Belanda, yang dirinya juga bisa disandingkan dengan sekelas Gubernur," katanya.
Rumah peninggalan Keluarga Teng ini berlokasi di Jalan Suryakencana, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, tepatnya berada di depan Hotel The 101 Bogor Suryakencana.
Ornamen bangunannya yang masih mempertahankan dari ciri khas Thionghoa, dengan perpaduan warna merah dan ukiran-ukiran unik pada bangunannya.
Selain itu, ciri khas lainnya yang paling menonjol adalah bentuk sudut atap rumahnya yang mengerucut menyerupai bangunan klenteng.
Arifin Himawan mengatakan bahwa rumah ini sudah ada lebih dari 100 tahun lalu.
"Masih kayak gini aja bangunannya, masih kuat, gak ada yang di rubah juga, tapi ada yang ngerawat," jelasnya.
Kuatnya bangunan rumah tua ini dikarenakan struktur bangunannya yang terbuat dari batu kali dan dipadukan dengan batu kapur sebagai pengganti semen.
Lalu, untuk perawatannya, rumah tersebut dirawat oleh salah satu keluarganya yang berada di kawasan Suryakencana.