Sosok Penghibur di Jalur Puncak Bogor, Tersenyum Di Balik Kerasnya Kehidupan

Sosok badut yang kerap terlihat di tengah kemacetan jalur Puncak Bogor rupanya menyimpan kisah tersendiri.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Anta, Badut Penghibur di Simpang Gadog 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIAWI - Sosok badut yang kerap terlihat di tengah kemacetan jalur Puncak Bogor rupanya menyimpan kisah tersendiri.

Di balik tingkah cerianya dalam menghibur para pengendara yang terjebak macet tepatnya di Simpang Gadog , ternyata sosok badut tersebut memiliki segudang beban kehidupan.

Orang di dalam badut tersebut bernama Anta Saepudin (50), ia baru lima bulan menjadi badut penghibur di Simpang Gadog.

Sebelumnya, Anta mengaku bekerja di sebuah perusahaan, namun harus berakhir masa kerjanya sejak tahun 2019.

"Kerja di perusahan limbah elektronik, (di berhentikan) bukan karna usia, jadi karna covid itu ada pengurangan, saya juga kena," ujarnya saat ditemui di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Sabtu (28/5/202).

Keras kehidupan mau tidak mau harus dia jalani demi bertahan hidup.

"Mau gimana lagi, kebutuhan, anak juga butuh makan, istri, termasuk saya juga, ditambah punya anak kecil usia 2 tahun, masih nyusu botol," ucapnya.

Selama berjam-jam ia harus menahan beban kostum dan juga menahan hawa panas ketika mengenakannya.

Diketahui, berat kostum ini sekitar 1,4 kilogram.

Menurutnya, ketika hujan turun justru menimbulkan hawa panas didalamnya

"Aduh, kalo siang panas, tapi lebih panas lagi pas hujan, mungkin karena uap dari bawah kali ya," kata Anta.

Kostum yang ia gunakan adalah milik sendiri, dengan modal Rp 1,4 juta.

Dalam sehari, ia mendapatkan penghasilan ketika situasi ramai mencapai Rp 150 ribu, sedangkan jika sedang sepi, Anta, hanya mengantongi Rp 50 hinga 70 ribu.

Terakhir, anta mengatakan, mengatakan jika ada kesempatan dan modal, ia ingin membuka usaha peternakan.

"Saya kepengennya usaha, buka ternak ayam, karna dulu pernah kerja di peternakan," terangnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved