HJB ke-540 Usung Tema Abhinaya Satya Lestari, Ini Maknanya
Selain tema yang sudah dirumuskan, Pemkot Bogor juga telah melaunching logo terkait HJB 540 tahun ini.
Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Tsaniyah Faidah
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus matangkan konsep mengenai perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke 540 tahun, mulai dari perumusan tema, logo, dan rangkaian acara.
Kali ini, Pemkot Bogor memilih tema 'Abhinaya Satya Lestari'.
Tema tersebut mengandung makna semangat yang tulus untuk menghadirkan program-program berkelanjutan bagi lingkungan agar bumi terus hidup atau lestari.
Makna diambil dari kata Abhinaya yang berarti semangat, satya artinya tulus, dan lestari berarti terus hidup.
Selain tema yang sudah dirumuskan, Pemkot Bogor juga telah melaunching logo terkait HJB ke-540 tahun ini.
Logo ini didesain khas dengan memadukan beberapa ornamen dan elemen khas dari yang syarat akan makna.
Pertama, huruf dan angka pada logo dibuat menggunakan font bertema aksara.
Kemudian, Kujang Mata 9. Masyarakat Sunda memandang kujang sebagai refleksi ketajaman dan daya kritis, serta lambang kekuatan dan keberanian untuk memperjuangkan hak-hak dan kebenaran.
Lalu, elemen sungai menggambarkan salah satu usaha kebijakan populer yang diputuskan Sri Baduga Maharaja adalah menciptakan parit besar yang mengitari ibu kota Pajajaran, Pakuan, langkah ini tertulis pada Prasasti Batutulis.
Konon parit ini selain sebagai pengairan persawahan untuk kesejahteraan warga, juga menjadi sarana melindungi area ibu kota Pajajaran dari lawannya.
Setelah itu ada Daun. Makna daun dalam logo ini adalah sebagai simbol hidup harus bekerjasama atau berkolaborasi. Sehelai daun ternyata saling mendukung dengan dedaun lainnya untuk menjaga keberlanjutan hidupnya.
Bila suatu pepohonan memiliki daun yang rimbun nan hijau, ibarat pohon tersebut hidup dengan baik. Selain itu, daun juga sebagai simbol bahwa Pemkot Bogor sangat konsern di isu lingkungan dan program pembangunan yang berkelanjutan.
Untuk logo Mahkota Sri Baduga Maharaja terinspirasi dari mahkota Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi.
Dimana beliau telah mewariskan jalan hidup bagi generasi sekarang yang sangat relevan dengan kondisi saat ini.
Prabu Siliwangi mewariskan prinsip kebajikan yang disebut dengan pakena gawe rahayu (membiasakan diri berbuat kebajikan).
Prinsip ini merupakan jalan menuju kesejahteraan yang hakiki dengan berbuat kebajikan kepada Tanah Air, bangsa, Negara, orang tua, guru dan pemimpin.
Beliau juga mewasiatkan prinsip-prinsip kebenaran yang dikatakan dengan pakena kereta bener (membiasakan diri berbuat dalam kebenaran), yakni jalan menuju ketentraman bagi seseorang dalam menjalani hidup dengan tidak melanggar hukum agama, adat maupun hukum negara.
Dalam menegakkan peraturan tersebut dilakukan oleh tindakan dengan memberikan sanksi dan hukuman bagi siapapun yang melanggar peraturan, atau ketentuan negara pada waktu itu.
Prinsip hidup lainnya yang tertuang dalam prasasti dan undang-undang yang dibuat pada zaman itu mewakili gambaran bahwa Prabu Siliwangi mengajarkan rakyatnya untuk hidup baik dan benar, menghormati hidup orang lain, tidak berlebihan, dan selalu eling waspada bahwa hidup di dunia ini hanya sementara.
Prinsip ini juga sejalan dengan tema HJB 540 Tahun 'Abhinaya Satya Lestari'.
Sementara itu, untuk rangkaian acara pun, HJB kali ini ada beberapa rangkaian acara yang akan digelar pada HJB kali ini.
HJB 540 bakal digelar kembali setelah vakum selama hampir dua tahun lantaran pandemi Covid-19 yang melanda.
Ketua Pelaksana HJB 540 Dody Achdiat menjelaskan ada beberapa rangkaian yang akan digelar pada HJB 540 kali ini.
"Jadi HJB kita ke 540 ini kegiatannya kita sudah menyiapkan yang pertama tanggal 3 Juni itu lokasinya satu titik di Alun-Alun Bogor," kata Dody kepada TribunnewsBogor.com.
Rangkaian acara itu, tambah Dody, akan digelar sejak pagi hari.
"Jadi pagi hari Wali Kota Bogor membagikan KTP kepada 58 warga yang berulang tahun tepat di tanggal 3 Juni. Kemudian disambung rapat paripurna istimewa di DPRD Kota Bogor," tambahnya.
Kemudian acara itu, tambah Dody, akan langsung disambung dengan acara pawai yang akan digelar sore hari.
"Kemudian ada pawai dengan rute Balai Kota Bogor, Jalan Djuanda, dan kemudian belok langsung ke Alun-Alun Kota Bogor. Ini pun masih ada beberapa alternatif," tambahnya.
Rute rangkaian dan pawai acara itu, tambah Dody, sebagai helaran untuk memeriahkan suasana.
Sebab, kata Dody, ada beberapa ornamen-ornamen khas serta penampilan-penampilan yang akan memeriahkan HJB kali ini.
"Para Forkompminda dan jajaran lainnya akan menggunakan pakaian khusus. Lebih ke nuansa Nusantara memang. Lebih memeriahkan keberagaman memang. Kita pun akan menampilkan sanggar-sanggar kesenian di Bogor," bebernya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/hjb-540.jpg)