Breaking News

IPB University

Cegah Stunting, Pakar Gizi IPB University Sarankan Konsumsi Beras Bio Fortifikasi Seng

Menurutnya, salah satu program beras biofortifikasi seng yang dikembangkan oleh pemerintah adalah Beras Inpari IR Nutri Zinc pada tahun 2019.

Editor: Tsaniyah Faidah
Pixabay
Ilustrasi beras 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Prof Evy Damayanti, Guru Besar Gizi Masyarakat IPB University mengatakan asupan zat gizi seng berkaitan erat dengan pertumbuhan balita dan angka stunting.

Menurut data World Health Organization (WHO), defisiensi seng merupakan faktor penting kelima yang menyebabkan terjadinya penyakit di negara berkembang. Malnutrisi seng dilaporkan akan menyebabkan disability-adjusted life-year (DALYs) setiap tahun.

Sehingga anak tidak dapat tumbuh secara normal.

“Bila beras biofortifikasi seng diperkenalkan, maka dapat menyelamatkan 0.142 dan 0.456 juta DALYs dalam asumsi pesimis dan optimis,” ujarnya.

Negara dengan defisiensi seng juga berhubungan erat dengan prevalensi stunting balita. Asupan seng ini erat kaitannya dalam pertumbuhan linier balita 6-23 bulan.

Menurutnya, salah satu program beras biofortifikasi seng yang dikembangkan oleh pemerintah adalah Beras Inpari IR Nutri Zinc pada tahun 2019.

Beras Nutri Zinc memiliki potensi kandungan seng lebih tinggi dengan karakteristik mirip beras Ciherang.

Kandungan seng pada Nutrizinc dibandingkan pada beras yang dikonsumsi sehari-hari dikatakan 20 persen lebih tinggi.

“Nilai ekonomi untuk zinc dari Nutrizinc ini sedikit lebih murah daripada Ciherang, yakni 536 rupiah per miligram,” terangnya.

Namun demikian, kadar air dapat mempengaruhi kandungan seng setelah proses pengolahan beras. Kandungan seng akan cenderung menurun bila kadar airnya meningkat.

Dibandingkan dengan Ciherang, kadar air pada nasi Nutrizinc lebih banyak. Rasio beras dan air pada nutrizinc sebesar 1:3, sedangkan Ciherang hanya 1:2.

“Kandungan seng pada nasi Nutrizinc lebih tinggi secara nyata dibandingkan dengan Ciherang, namun pada nasi dalam bentuk yang dikonsumsi kandungan zinc tergantung pada kadar air nasi,” tambahnya.

Ia menjelaskan, perhitungan kadar air dalam nasi penting untuk menghitung asupan seng pada saat mengkonsumsi nasi. Namun penurunan kandungan seng pada varietas Nutrizinc cenderung lebih rendah.

Fortifikasi seng mampu berdifusi ke lapisan endosperm yang lebih dalam sehingga aman saat melalui proses pengolahan.

Terkait asupan nasi dalam pencegahan stunting, lanjutnya, bayi usia 1-2 tahun dianjurkan mengonsumsi nasi sebanyak 300 gram per hari.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved