Didekati DPC PKB Kota Bogor, Dedie A Rachim : Biar Masyarakat yang Menilai
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menanggapi isu yang beredar terkait kedekatannya dengan DPC PKB Kota Bogor untuk Pilkada 2024 mendatang.
Penulis: Reynaldi Andrian Pamungkas | Editor: Yudistira Wanne
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR UTARA - Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menanggapi isu yang beredar terkait kedekatannya dengan DPC PKB Kota Bogor untuk Pilkada 2024 mendatang.
Dedie A Rachim mengatakan bahwa hal tersebut hanya tanggapan dari PKB saja, yang di mana terdapat dua calon dan salah satunya Habib Hasan Alatas.
"Itu kan cuma tanggapan mereka saja, kan masyarakat yang memilih, nanti saya dikira kampanye," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (8/6/2022).
Dengan isu tersebut, diakui Dedie A Rachim, belum ada pertemuan resmi antara dirinya dengan DPC PKB Kota Bogor.
Menurutnya, yang namanya Pilkada sangat tergantung dari dua faktor, yaitu popularitas dan elektabilitas.
Dedie A Rachim, menjelaskan bahwa sebagai contoh, Ayu Ting Ting orang yang popular tetapi belum tentu masyarakat akan mencoblosnya sebagai Wali Kota Bogor.
"Pertanyaan sederhana, mau apa ngga masyarakatnya, banyak seperti itu, tetapi tidak semua artis seperti itu juga," katanya.
Maka dari itu, kata Dedie A Rachim, kombinasi antara popularitas dan elektabilitas itu sangat penting untuk siapapun yang akan maju menjadi Wali Kota Bogor.
Seperti halnya hasil survei masyarakat, bila hasil survei menunjukkan ratingnya, maka orang tersebut yang akan maju menjadi Wali Kota Bogor.
Dedie A Rachim, mengungkapkan bahwa hal tersebut tidak bisa dipasang pasangkan seperti kasus saat ini.
"Semuanya berdasarkan survei dari lembaga-lembaga survei yang kredibel, ada banyak lembaga yang surveinya juga, jadi gak bisa bapak ini sama ini, yang akan menentukan dikembalikan awalnya dari rakyat maka ujungnya ke rakyat lagi," jelasnya.
Untuk saat ini, Dedie A Rachim, belum ada kecenderungan untuk memegang kepada partai-partai di Kota Bogor.
Bahkan, Dedie A Rachim pun, sempat ditawarkan untuk menjadi ketua DPC pada beberapa partai di Kota Bogor dan menolaknya.
Dedie A Rachim, mengaku bahwa pada saat detik-detik akhir dirinya memang harus memilih kendaraannya untuk maju ke Pemilu nanti.
"Begitu saya masuk di 10 besar hasil survei, yang akan memilih itu partai bukan saya memilih ini atau itu, kalo saya emang udah ditawarin jadi Ketua Golkar Bogor, jadi Ketua Demokrat Bogor, sama jadi Ketua Nasdem Bogor saya nolak, saya gak mau, karena mereka masih punya kader bagus-bagus, kalo saya disini jadi ketua partai dan ke lapangan, nanti saya disangkanya kampanye," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/dedie-a-rachim-rabu-8-juni-2022.jpg)