7 Ekor Sapi Masih Positif PMK, DKPP Bakal Tutup Jalur Masuk Sapi Daerah ke Kota Bogor
rencana itu dilakukan seiring saat ini masih belum stabilnya kondisi tujuh sapi yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Rumah Potong Hewan
Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Damanhuri
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor berencana untuk menutup sementara jalur masuknya hewan ternak ke Kota Bogor.
Bukan tanpa sebab, rencana itu dilakukan seiring saat ini masih belum stabilnya kondisi tujuh sapi yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Bogor.
"Kalau diizinkan oleh Wali Kota Bogor Bima Arya, DKPP akan tutup sementara jalur masuknya sapi. Baik yang masuk ke Kota Bogor, maupun dari Kota Bogor ke daerah luar," kata Kepala DKPP Anas S Rasmana kepada TribunnewsBogor.com, Senin (13/6/2022).
Rencana yang mencuat itu, lebih lanjut Anas menambahkan, disebabkan oleh jalur peredaran masuknya hewan ternak itu sendiri.
Sebab, menurut rinciannya, penularan PMK kepada sejumlah sapi di Kota Bogor ini disebabkan oleh sapi yang masuk dari daerah luar.
"Bahkan ada rencana ingin begini ya. Kan ini banyak penularan dari luar. Seperti di Kebon Pedes misalnya. Itu kan diduga ada yang positif karena adanya sapi dari luar kan. Ada hewan datang dari luar," ungkap Anas.
"Itu baru rencana sampai dengan waktu dimana ada perkembangan baru kita buka lagi. Karena Bogor ini bukan sapi dari dalam tapi sapi dari luar yang memberikan penularan," tambah Anas.
Rencana itu pun, diakui Anas, semakin menguat pasalnya saat ini ratusan sapi yang berada di RPH secara klinis bisa dinyatakan suspek PMK.
"Untuk diduga mulai tertular memang jumlahnya cukup banyak. Kurang lebih ada ratusan. Diduga suspek dari penglihatan klinis. Tapi, harus uji lab guna mengetahui positif atau tidaknya sapi itu," jelas Anas.
Meski begitu, rencana yang sudah dirancang itu pun, sudah disesuaikan dengan antisipasi yang sudah dilakukan oleh DKPP saat ini.
Bukan soal rencana, kata Anas, bagaimana caranya saat ini semua pihak terus menyuplai penangan yang dilakukan saat ini.
"Untuk PCR mungkin saat ini lebih padat dari biasanya. Tapi, untuk pemasokan vitamin, dan obat-obatan lainnya,tidak kalah penting juga. Jangan sampai ada hewan baru yang datang juga. Kasihan kalau sehat bisa jadi sakit, kalau sakit bisa tambah parah dan menular ke sapi yang lain," tandasnya.