Kasus Positif Covid-19 di Kota Bogor Kembali Naik, Benarkah Imbas Pelonggaran dan Perayaan HJB?

Angka kasus harian positif Covid-19 di Kota Bogor saat ini perlahan mulai naik kembali.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Wali Kota Bogor Bima Arya bersama jajaran Dinkes saat membahas kasus Covid-19 di Kota Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Angka kasus harian positif Covid-19 di Kota Bogor perlahan mulai naik kembali.

Kini, angka kasus positif Covid-19 di Kota Bogor menginjak angka puluhan, setelah sebelumnya bertahan di angka satuan.

Sebelumnya, dalam beberapa waktu ke belakang sudah tidak ditemukan adanya penambahkan kasus positif harian Covid-19 di Kota Bogor.

Namun berdasarkan catatan dari Dinas Kesehatan ( Dinkes) Kota Bogor Rabu (15/6/2022) angka kasus positif harian saat ini mencapai 20 orang.

Dari data yang terjadi saat ini, Wali Kota Bogor Bima Arya optimis tidak ada lonjakan gelombang baru kasus positif Covid-19 di Kota Bogor.

"Kita menunggu sampai minggu kedua bulan Juli. Data menunjukan memang semakin naik dan melonjak," kata Bima Arya kepada TribunnewsBogor.com, kemarin.

Bima Arya pun saat ini meskipun data menunjukan ada kenaikan, Pemkot Bogor sudah mempunyai sistem yang sudah terstruktur untuk tetap mengendalikan Covid-19 di Kota Bogor.

"Kita sudah punya sistem. Kita terus menggencarkan vaksin. Imbauan masyarakat tidak terlalu cepat memutuskan membuka masker di dalam ruangan. Kalau dil uar ruangan lebih aman saya kira. Kalau di dalam masih pakai. Vaksin kita dorong terus," jelas Bima Arya.

Senada dengan Bima Arya, Kadinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno mengatakan, akan terus lakukan pengamatan terhadap kasus harian yang saat ini mulai merangsek naik.

"Pasca lebaran kan kita amati ternyata bisa terkendali. Kasus 0. Dalam seminggu terkhir ini kasus mulai 5-10. Nah kemarin sudah mencapai 15-20," kata Retno kepada TribunnewsBogor.com.

Untuk sistem penanganan, diakui Retno, saat ini kesiapan rumah sakit dalam kondisi yang aman.

"Untuk BOR aman. Tidak ada peningkatan. Yang perlu ialah booster," tambah Retno.

Retno pun menampik ketika disinggung kenaikan ini imbas dari pelonggaran dan berkumpulnya masyarakat Kota Bogor dalam momen HJB 540.

Kata Retno, Dinkes Kota Bogor belum bisa menyimpulkan apa yang mendasari lonjakan kali ini.

"Kita untuk menentukan angka kasus kan harus diperiksa. Kalau itu belum bisa disimpulkan. Karena kita kan tidak bisa menghilangkan si virus ini. Tetep ada paling engga bisa mengendalaikan. Yang penting angka kematian tidak meningkat. Mayoritas memang tanpa gejala," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved