Breaking News:

Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022, Upaya Tingkatkan Cakupan Imunisasi Pada Anak

Di tahun 2020, jumlah anak yang tidak lengkap status imunisasinya sebanyak 3.4 juta. Hal ini mengakibatkan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisas

Editor: Mohamad Rizki
iamexpat.nl
ilustrasi imunisasi MR 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pandemi COVID-19 menyebabkan pelaksanaan imunisasi rutin pada anak tidak dapat berjalan optimal sehingga terjadi penurunan cakupan imunisasi rutin. Situasi capaian imunisasi global menurun dari 86 persen (2019) menjadi 83% (2020).

Di tahun 2020, jumlah anak yang tidak lengkap status imunisasinya sebanyak 3.4 juta. Hal ini mengakibatkan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) beresiko mengalami peningkatan.

Trend cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia pun mengalami penurunan. Dari 93.7% di tahun 2019 (target 93%), pada tahun 2020 capaian imunisasi rutin sebesar 84.2% (target 92.9%) dan pada tahun 2021 capaian sebesar 84.2% (target 93.6%). Dengan menurunnya Capaian IDL maka diprediksi kenaikan kasus PD3I di Indonesia.

Pada tahun 2021, tercatat 132 kasus campak konfirmasi laboratorium terdapat di 71 Kab/Kota, 25 Provinsi, dan 267 kasus rubela konfirmasi laboratorium terdapat di 84 Kab/Kota di 25 Provinsi.

Selain itu 28 provinsi dan 372 kab/kota termasuk resiko tinggi untuk transmisi Polio. Beberapa negara yang sudah dinyatakan bebas polio bahkan kembali mengalami KLB polio. Kab/kota terdampak difteri tahun 2021 pun mencapai 23 provinsi dengan jumlah 96 kab/kota. Di Kota Bogor sepanjang 2022 terdapat 2 kasus rubella, 2 kasus difteri dan 1 kasus pertusis.

Data capaian imunisasi Kota Bogor pada tahun 2021 untuk imunisasi DPT-HB-HIB sebesar 15.371 (88%), imunisasi Polio sebesar 15.289 (87.5%), imunisasi IPV sebesar 13.832 (79.1%) dan imunisasi campak sebesar 15.477 (88.6%).

Capaian imunisasi Kota Bogor Januari sampai dengan Mei 2022 yaitu imunisasi DPT-HB-HIB sebesar 6.752 (38.6%), imunisasi Polio sebesar 6.732 (38.5%), imunisasi IPV sebesar 6.424 (36.8%), dan imunisasi Campak Rubella 6.476 (37.1%).

Sehubungan dengan hal tersebut untuk mencapai dan mempertahankan kekebalan populasi yang tinggi dan merata sebagai upaya mencegah terjadinya KLB PD3I pemerintah mengadakan program Bulan Imunsisasi Anak Nasional (BIAN).

Bulan Imunisasi Anak Nasional adalah pelaksanaan program imunisasi yang diperuntukkan bagi sasaran anak di Indonesia baik balita dan anak usia sekolah. Kegiatan BIAN meliputi 2 kegiatan yaitu :

1.      Imunisasi Tambahan Campak-Rubella berupa pemberian satu dosis imunisasi campak-rubella tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved