Antisipasi PMK, Simak Cara Menyimpan Daging Kurban yang Benar, Daging Mentah Jangan Langsung Dicuci

hewan ternak yang terkena PMK dengan gejala berat tapi sudah sembuh pada Idul Adha (10 Dzulhijjah) atau Hari Tasyrik (11-13 Dzulhijjah) sah

Editor: khairunnisa
net
Ilustrasi - cara menyimpang daging kurban yang benar guna antisipasi PMK 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pemotongan hewan kurban di hari raya Idul Adha telah dimulai.

Masyarakat perlu mewaspadai penyebaran wabah PMK (penyakit mulut dan kuku) pada hewan.

Untuk mencegah merebaknya wabah tersebut, pakar menganjurkan agar daging tidak dicuci dulu sebelum disimpan.

Menjalankan cara menyimpan daging kurban yang benar di tengah wabah PMK sangat penting untuk mengantisipasi penyakit menular pada hewan ini.

Perlu diketahui, Fatwa MUI Nomor 32 Tahun 2022 menyebutkan, hewan yang terjangkit PMK dengan gejala ringan sah untuk kurban.

Gejala penyakit mulut dan kuku ( PMK) ringan pada hewan di antaranya lepuh ringan pada celah kuku, lesu, tidak nafsu makan, dan produksi air liur berlebihan.

Sedangkan, hewan ternak yang terkena PMK dengan gejala berat tapi sudah sembuh pada Idul Adha (10 Dzulhijjah) atau Hari Tasyrik (11-13 Dzulhijjah) sah untuk kurban.

Selain itu, ada juga hewan ternak yang tertular PMK namun belum menunjukkan gejala yang sah untuk kurban tapi tetap perlu diantisipasi agar tidak menularkan penyakitnya setelah disembelih.

Baca juga: Masjid Al Furqan Muhammadiyah Bagikan 600 Kantong Daging Kurban ke Warga di Kota dan Kabupaten Bogor

Daging mentah, jangan dicuci langsung

Drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D. dari Tim Satgas Pengendalian PMK Universitas Diponegoro menyampaikan, PMK atau penyakit mulut dan kuku tidak menular ke manusia karena bukan penyakit zoonosis.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved