Breaking News

Tewas Ditembak di Rumah Dinas Jenderal Polisi, Sang Ayah Ungkap Fisarat Sebelum Kejadian: Merinding

Samuel Hutabarat, ayahanda dari ajudan Kadiv Propam Polri, Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J mengukap firasat

Penulis: Damanhuri | Editor: Damanhuri
TRIBUNJAMBI/IST
Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat semasa hidup. sang ayah ungkap firasat sebelum korban tewas di rumah jenderal 

Namun demikian, hingga saat ini, pihak Mabes Polri bersama Polres Metro Jakarta Selatan masih terus mendalami motif dari kejadian penembakan itu.

Ramadhan menambahkan, akibat penembakan yang dilakukan Brada E itu mengakibatkan Brigadir J meningal dunia.

Baca juga: Habisi Nyawa Istri dan Anak yang Kelaparan, Pengakuan Suami Bikin Polisi Syok, Pelaku Akui Menyesal

Akibat baku tembak itu, Brigadir J pun tewas. Jenazah Brigadir J pun telah dipulangkan ke keluarganya di Jambi.

Polri juga telah mengamankan Bharada E untuk diperiksa lebih lanjut atas kejadian itu.

Ilustrasi
Ilustrasi - ajudan kabid provam tewas ditembak (Tribunnews.com)

IPW Minta Kapolri Turun Tangan

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso merespons kabar tewasnya ajudan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo bernama Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat akibat ditembak oleh rekan sesama polisi.

Atas insiden itu, Sugeng mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberhentikan sementara Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo dari jabatanya buntut kabar tewasnya ajudan pribadi akibat tertembak oleh sesama anggota polisi di rumah milik Irjen Ferdy.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga diminta untuk membentuk Tim Pencari Fakta yang bukan ditangani oleh Propam

“Hal yang dilakukan adalah menonaktifkan (sementara) lebih dulu Kadivpropam Irjen Ferdy Sambo dengan alasan Irjen Ferdy Sambo adalah saksi kunci peristiwa yang menewaskan pengawalnya tersebut agar diperoleh kejelasanan latar belakang tewasnya brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat,” ujar Teguh melalui keterangan tertulisnya, Senin,(11/7/2022).

Sugeng melanjutkan, alasan lain menonaktifkan sementara Irjen Ferdy Sambo lantaran status dari Brigpol Nopryansah belum jelas.

“Brigpol Nopyansyah statusnya belum jelas korban atau pihak yang menimbulkan bahaya sehingga harus ditembak,” beber Sugeng.

Sugeng menegaskan, jika permasalahan ini harus dijelaskan oleh Mabes Polri.

Terlebih, kasus penembakan tersebut diduga terjadi di kediaman Irjen Ferdy Sambo.

“Hal ini harus dijelaskan oleh polri Locus delicti terjadi dirumah kadiv propam itu agar tidak terjadi distorsi penyelidikan maka harus dilakukan oleh tim yang dibentuk atas perintah Kapolri,” tandas Sugeng.

Dimakamkan di Jambi

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved