Modus Cek Akil Baligh, Guru Ngaji Minta Muridnya Lepas Sarung, Terkuak Perilaku Menyimpang Pelaku

Siasat guru ngaji minta korbannya untuk melepaskan sarung dan celana dalam, setelah itu lakukan pencabulan, berdalih untuk cek akil baligh

Tayang:
Penulis: Uyun | Editor: Soewidia Henaldi
kolase TribunJatim/shutterstock
Siasat licik guru ngaji minta muridnya lepas sarung, modus cek akil baligh 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Seorang guru ngaji sebuah TPQ di Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, berinisial RD (33) nekat mencabuli murid laki-lakinya yang masih dibawah umur.

Korban pencabulan RD ini diketahui masih berusia 12-15 tahun.

Hasil penyidikan, tersangka melakukan pelecehan seksual terhadap tiga korban yakni YSA (12) pelajar SD, Ag (13) pelajar SD dan FRD (14) pelajar SMP.

Bahkan pelecehan seksual terhadap tiga korban anak laki-laki itu dilakukan tersangka hingga puluhan kali.

"Kasus pencabulan dilakukan oknum guru ngaji ini dilakukan sejak awal Januari 2022 dan setiap korban dicabuli lima hingga 10 kali," ungkap Kapolres Mojokerto, AKP Gondam Prienggondhani, dikutip TribunnewsBogor.com dari TribunJatim.

Baca juga: Oknum Guru Ngaji di Mojokerto Melecehkan Muridnya, Korban Diajak Nonton Film Dewasa dan Lepas Sarung

Siasat Licik Guru Ngaji

Siasat licik RD ini dilakukan dengan modus mengajak muridnya untuk datang ke ruang sekretariat TPQ, saat jam istirahat siang hari.

Setelah itu, pelaku pun pura-pura kelelahan dan minta dipijat oleh korban.

Modus berlanjut saat tersangka memutar video dewasa di HP miliknya.

"Korban FRD dan AG ini dipanggil ke kantor seketariat Februari 2022 dan diminta memijat pelaku dansetelah itu korban diminta untuk keluar ruangan saat itulah pelaku melakukan pelecehan seksual," beber Kapolres.

Setelah itu,  tersangka meminta korbannya untuk melepaskan sarung dan celana dalam.

Siasat licik guru ngaji minta muridnya lepas sarung, modus cek akil baligh
Siasat licik guru ngaji minta muridnya lepas sarung, modus cek akil baligh

Dalam aksinya, pelaku berdalih ingin mengecek apakah muridnya sudah akil balig atau belum.

"Pelaku berpura-pura membujuk santri dengan dalih sudah akil baligh apa belum. Kemudian pelaku melakukan pelecehan seksual," tambah Apip.

Tak hanya itu, mengajak korban ke ruangan sekertariat TPQ dan m

Selain itu, terduga pelaku berdalih ke korban lain dengan mengajarkan ilmu tentang hukum Islam Fiqih tentang akil baliq (Pubertas).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved