Selain PJU, Warga Sekitar Jalan Puncak Dua Juga Keluhkan Fasilitas yang Minim
Minimnya fasilitas di beberapa Kecamatan di Kabupaten Bogor, membuat warga desa menjadi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Penulis: Reynaldi Andrian Pamungkas | Editor: Vivi Febrianti
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, JONGGOL - Minimnya fasilitas di beberapa Kecamatan di Kabupaten Bogor, membuat warga desa menjadi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan, kepentingan dan keperluannya sehari-hari.
Salah satunya di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.
Desa tersebut merupakan salah satu akses jalur alternatif menuju Cianjur dan Cipanas dengan melintasi Jalan Puncak Dua, dikeluhkan oleh warga sekitar.
Salah satu warga Desa Batulawang, Ridhal Malik mengatakan bahwa minimnya fasilitas ini dirasakan juga oleh kecamatan-kecamatan lainnya di Kabupaten Bogor yang perbatasan atau menjadi lintasan Jalan Puncak Dua.
"Yang ngerasain kayak gini bukan cuma di Batulawang aja, di desa-desa lainnya juga ngerasain fasilitas kurang kayak gini," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (31/7/2022).
Beberapa desa tersebut terletak di tiga kecamatan yang menjadi akses Jalan Puncak Dua, yaitu di Kecamatan Jonggol, Kecamatan Sukamakmur dan Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor.
Fasilitas-fasilitas umum yang tidak ada di Desa Batulawang, kata Ridhal antara lain Puskesmas, Pom Bensin, Penerangan Jalan Umum (PJU) dan Bank untuk keperluan warga sekitar.
Ridhal mengungkapkan bahwa dengan tidak adanya fasilitas tersebut, warga Desa Batulawang harus naik turun gunung menuju Cipanas atau Cianjur untuk berobat dan keperluan lainnya.
"Di Kabupaten Bogor ada Puskesmas tapi jauh harus ke Jonggol yang kotanya arah ke Cileungsi jauh banget, kalo kayak gitu kita lebih pilih ke Cipanas Cianjur," katanya.
Bahkan, menurutnya untuk mencapai Fasilitas Kesehatan (Faskes) di wilayah Kabupaten Bogor memerlukan waktu sekitar satu hingga dua jam untuk jarak tempuh menggunakan kendaraan motor.
Tetapi, masyarakat Desa Batulawang dan desa sekitarnya, kata Ridhal lebih memilih untuk berobat ke RS Cimacan, Cipanas, dikarenakan jarak tempuhnya yang lebih dekat.
Ridhal mengungkapkan bahwa untuk jarak tempuh menuju ke RS Cimacan hanya memerlukan waktu sekitar 20 menit.
"Sekitar 20 menit pake motor, ya emang warga sini larinya pada ke atas (Cipanas) sana buat berobat atau nabung kayak gitu," pungkasnya.