Geger Kabar 289 Karung Beras Bantuan Presiden Dikubur di Depok, Polri Ungkap Fakta Sebenarnya

Polri akhirnya mengurai fakta soal ratusan karung beras bantuan Presiden Jokowi yang dikubur di Depok. Polisi mengungkap penjelasan dari pemilik lahan

Editor: khairunnisa
TribunJakarta.com - Dwi Putra Kesuma
Lokasi penemuan dan kondisi beras yang ditemukan terpendam di lapangan KSU Depok. Penemuan beras bansos presiden yang tertimbun tanah di Depok jadi perbincangan 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Teka-teki terkuburnya ratusan karung beras bantuan Presiden akhirnya diungkap Polri.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan blak-blakan mengurai fakta terkait hebohnya kabar bansos presiden dikubur tersebut.

Dilansir dari Tribunnews.com, Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan total ada 3.675 kilogram beras paket bantuan presiden yang terkubur di kawasan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.

Brigjen Ahmad Ramadhan menjelaskan bahwa jasa ekspedisi JNE mengubur beras paket bantuan presiden tersebut pada 5 November 2021.

"Sudah dibuatkan berita acara pemendaman beras sebanyak 3.675 kilogram atau 289 karung atau setara dengan 139 KPM (keluarga penerima manfaat)," ujar Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (2/8/2022).

Brigjen Ahmad Ramadhan menjelaskan aksi penimbunan bantuan presiden tersebut terungkap oleh pemilik lahan berinisial RS pada Sabtu (30/7/2022) lalu.

Pemilik itu lantas langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Metro Depok.

"Dan dilakukan penggalian dengan menggunakan alat berat dan ditemukan beras bantuan presiden dengan merk Beras Kita Premium. Dengan menggunakan karung 5, 10, dan 20 kilogram serta beberapa beras yang sudah berhamburan di tanah," kata Brigjen Ahmad Ramadhan.

Penyidik, kata Ramadhan, langsung melakukan pemeriksaan terhadap pihak JNE.

Hasilnya, penguburan itu dilakukan lantaran paket bantuan presiden yang hendak dikirimkan rusak akibat terkena hujan.

Ia menuturkan bahwa pihak JNE memutuskan untuk menguburnya lantaran tak ada aturan khusus yang mengatur soal pemusnahan barang kiriman yang rusak.

"Menurut pihak JNE, beras yang dikubur rusak karena basah kehujanan, sehingga pihak JNE menyatakan tidak layak dibagikan ke KPM, itu alasan dari JNE. Dalam hal ini tidak ada pengaturan cara pemusnahan dalam SOP JNE apabila barang kiriman rusak dan sudah seizin JNE pusat," kata Brigjen Ahmad Ramadhan.

Diberitakan sebelumnya, Polri masih melakukan penyelidikan temuan dugaan penimbunan sejumlah paket bansos di sebuah lapangan di Tugu Jaya, Depok, Jawa Barat.

Dalam kasus ini, Satreskrim Polres Metro Depok telah memeriksa pihak JNE terkait temuan bansos dalam jumlah besar itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved