Perseteruan Panas Pesulap Merah dan Youtuber di Jawa Timur, Bikin Warga Rejowinangun Gerah
Perselisihan antara pengasuh Padepokan Gus Samsudin dengan YouTuber Marchel Radival alias pesulap merah semakin memanas, warga desak tutup Padepokan
Pengamanan kepolisian
Sementara itu, pasca-penutupan sementara Padepokan Nur Dzat Sejati, ratusan aparat kepolisian dikerahkan untuk menjaga keamanan.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor (Polres) Blitar, Iptu Udiyono mengatakan, penjagaan dimaksudkan untuk menghindari kemungkinan terjadinya tindakan anarkis.
“Polres Blitar sudah mengirimkan satu peleton anggota untuk berjaga di padepokan. Penjagaan ini akan dilakukan sampai terjadinya mediasi lebih lanjut yang sedang diupayakan Bapak Kapolres Blitar,” kata Udioyono kepada Kompas.com, Senin.
Tanggapan kuasa hukum Gus Samsuddin
Baca juga: Kesaksian Kuasa Hukum Saat Makam Brigadir J Dibongkar: Peti Jenazah Beraroma Segar Saat Diangkat
Pengacara Gus Samsudin, Priarno, mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil mediasi.
Dirinya menolak untuk memberikan keterangan detail soal perseteruan kliennya dengan Pesulap Merah yang berujung penutupan sementara Padepokan Nur Dzat Sejati.
“Mohon maaf untuk saat ini kami no comment dulu ya. Pada saatnya nanti kami akan sampaikan pernyataan,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa waktu lalu beredar video di media sosial sata Pesulap Merah mendatangi padepokan milik Gus Samsudin.
Saat itu Pesulap Merah mengutarakan ingin membuktikan klaim Gus Samsudin terkait kemampuan untuk mengobati penyakit.
Dalam video itu sempat terjadi ketegangan dan akhirnya dilerai oleh warga setempat dan pamong desa.
Setelah perseteruan itu, warga Desa Rejowinangun mengaku terkena dampaknya dan akhirnya meminta penutupan Padepokan Nur Dzat Sejati.
“Jadi itulah salah satu alasan kenapa warga menggeruduk padepokan Gus Udin dan meminta padepokan ditutup,” pungkas Bhagas.