Polisi Tembak Polisi

Tudingan Brigadir J Lecehkan Istri Ferdy Sambo, Susno Duaji : Ajudan Masuk Kamar Pasti Seizin Atasan

Soal kasus Brigadir J, Mantan Kabareskrim Susno Duaji menyebutkan bahwa seorang ajudan tidak mungkin berani masuk pribadi tanpa perintah atasan.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Soewidia Henaldi
Kolase Ist/Youtube tvOneNews
Soal kasus Brigadir J, Mantan Kabareskrim Susno Duadji menyebut, ajudan tidak mungkin berani masuk pribadi tanpa perintah atasan. 

TRIBUNNESBOGOR.COM -- Kuasa Hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak meyakini bahwa almarhum tidak mungkin berani masuk ke dalam kamar pribadi Irjen Ferdy Sambo dan melakukan pelecehan terhadap istrinya, Putri Candrawathi.

Menurut Kamaruddin Simanjuntak, berdasarkan pengalamannya mengenal banyak jenderal, hubungan ajudan dengan atasannya itu sangat terbatas.

Bahkan menurut dia, ada temannya yang tiga tahun menjabat sebagai ajudan, mengatakan bahwa melihat hendel pintu kamar majikannya pun tidak berani.

Sehingga, ia menduga bahwa Brigadir J tidak mungkin masuk ke dalam kamar Ferdy Sambo yang mana di dalamnya ada Putri Candrawathi, tanpa seizin atasannya.

Kamaruddin Simanjuntak bahwa ragu bahwa Brigadir J nekat melakukan pelecehan kepada istri atasannya tersebut.

Tak hanya itu, Kamaruddin Simanjuntak juga menyinggung soal senjata jenis Glock-17 yang digunakan oleh Bharada E untuk menembak Brigadir J.

Sebab menurut dia, hanya polisi setara Brigjen yang memilikinya.

Pendapat itu diamini oleh Kabareskrim Polri Periode 2008-2009, Komjen Pol (Purn) Susno Duaji, yang menyebut bahwa tidak mungkin seorang ajudan masuk kamar tanpa seizin atasannya.

Berdasarkan pengalamannya, Susno Duadji menyebut, ajudannya baru akan masuk ke dalam kamarnya jika diperintah oleh dirinya.

Baca juga: Rekayasa Kasus Kematian Brigadir J, 4 Perwira Polisi Ditahan, Kapolri: Dimasukkan Ruangan Khusus

Kemudian soal kepemilikan senjata, ia menyebut bahwa ada SOP-nya untuk polisi dibekali senjata.

Pada tayangan Dua Sisi di Youtube tvOneNews, Jumat (5/8/2022), Kamaruddin Simanjuntak menjelaskan soal keyakinannya bahwa Brigadir J tidak mungkin nekat masuk ke dalam kamar istri Ferdy Sambo.

"Teman saya itu puluhan bahkan ratusan jenderal, mereka para ajudan kalau komunikasi dengan para atasannya itu bikin saya pusing, jawabnya cuma siap-siap saja. Ditanya sudah makan, jawabannya cuma siap. Jadi saya berpikir, sebenarnya siap sudah makan atau belum," beber Kamaruddin Simanjuntak.

Ia pun menyebut bahwa ada batasan yang sangat jelas antara ajudan dan atasannya ini.

"Nah mereka itu cuma di pos-pos itu saja, tidak bisa masuk ke rumah utama. Tidak ada itu. Malah ada teman saya polisi biasa 3 tahun jadi ajudan, nengok hendel pintu kamar bosnya aja gak berani itu menatap," tuturnya.

Isi chat Putri Candrawathi ke Brigadir J ini mengungkap kedekatan dan hubungan keduanya. Istri Ferdy Sambo bahkan punya panggilan spesial untuk almarhum.
Kamaruddin Simanjuntak menyebut, dirinya tak yakin Brigadir J masuk ke kamar pribadi Ferdy Sambo tanpa izin atasan.

"Artinya Anda gak percaya Brigadir J masuk ke dalam kamar istri Kadiv Propam?," tanya host.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved