Polisi Tembak Polisi

Alibi Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J Disebut Konyol, Kamaruddin: Ini Mabuk Tanpa Minum

Kamaruddin tidak percaya dengan alibi Ferdy Sambo membunuh Brigadir J. Menurutnya, alibi tersebut terdengar konyol karena sudah merasa terpojokkan.

Penulis: tsaniyah faidah | Editor: Tsaniyah Faidah
Youtube channel metrotvnews
Kamaruddin Simanjuntak mengatakan alibi yang dibuat Ferdy Sambo membunuh Brigadir J adalah bohong dan konyol. Menurutnya, alasan itu dibuat karena Ferdy Sambo telah merasa terpojokkan dengan bukti-bukti terang. 

"Ini kesimpulan sepihak," respon Benny Mamoto.

Ketua Kompolnas Benny Mamoto, bantah tuduhan sekongkol, singgung tertipu tangisan Ferdy Sambo
Ketua Kompolnas Benny Mamoto, bantah tuduhan sekongkol, singgung tertipu tangisan Ferdy Sambo (kolase Kompas TV/Tribun)

Menyayangkan sikap Benny Mamoto yang gegabah mengumumkan hasil rilis dari Polres Jaksel tentang informasi hoax kasus Brigadir J, Rosi gamang.

Ia mengaku tak percaya jika Benny Mamoto yang notabene adalah seorang jenderal, bisa ditipu oleh bawahannya yakni Kombes Pol Budhi Herdi Susianto terkait kasus Ferdy Sambo.

Baca juga: Putri Candrawathi Masih Terguncang, Komnas HAM Sarankan Istri Ferdy Sambo Cari Teman Curhat

"Pak Benny Mamoto, orang banyak tahu, sudah malang melintang di dunia kepolisian, menjadi anggota densus anti teror, lama sebagai serse, banyak mengungkap kasus pembunuhan besar. Kok bisa dibohongi sekelas AKBP," sentil Rosi.

"AKBP malah," pungkas Benny Mamoto.

"Kok bisa jenderal bintang 2, puluhan tahun di Mabes Polri, menguak kasus teror bom Bali, kok bisa dibohongi level pangkat rendah ?" tanya Rosi.

"Kalau mau marah, saya marah sekali. Karena saya terdampak dengan masalah ini. Saya marah lagi kepada yang menyusun skenario," imbuh Benny Mamoto dengan suara bergetar.

"Kok bisa bapak percaya ? buat saya itu enggak masuk akal. Bapak bilang 'saya hanya mengutip rilis'. Bapak itu bukan anak kemarin sore yang gampang dibohongi penyidik. Bapak mestinya langsung tahu ada yang enggak beres. Bapak ini memang gampang dibohongi yang mana saya tidak percaya itu atau bapak memang mau membela Ferdy Sambo ?" tanya Rosi lagi.

"Mohon tidak diputus statement saya itu. Ternyata terjadi perkembangan yang signifikan, kami mengikuti, kami memberikan statement dengan perkembangan itu, jadi jangan dipotong, hakimi saya di sini, tidak fair," ujar Benny Mamoto sempat terdiam.

Penasaran, Rosi pun ingin tahu, apa sebenarnya alasan Benny Mamoto dulu membela Ferdy Sambo.

Rosi pun bertanya soal isu Benny Mamoto mendapat imbalan dari Ferdy Sambo.

Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (20/7/2022). Benny Mamoto akhirnya bersuara soal dirinya yang dihujat gara-gara terjebak skenario licik Ferdy Sambo soal pembunuhan Brigadir J
Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (20/7/2022). Benny Mamoto akhirnya bersuara soal dirinya yang dihujat gara-gara terjebak skenario licik Ferdy Sambo soal pembunuhan Brigadir J (KOMPAS.com/RAHEL NARDA)

"Baru terungkap bahwa inilah skenario. Saya korban dari skenario itu. Saya korban. Dikerjain ya iya oleh penyusun skenario," kata Benny Mamoto.

"Rasanya mustahil seorang jenderal bintang 2 bisa mudah ditipu oleh sekelas AKP. Atau bapak dapat imbalan dari Ferdy Sambo ?" tanya Rosi.

"Saya tidak pernah komunikasi dengan Ferdy Sambo dalam urusan ini, sampai dengan saat ini. Saya tidak pernah urusan dengan dia, yang lalu sebatas urusan kedinasan saja waktu kasus Brotoseno. Tidak ada deal-dealan," tegas Benny Mamoto.

Ternyata bukan tanpa alasan Benny Mamoto sempat mempercayai cerita Ferdy Sambo.

Kala itu Benny Mamoto yakin sebab ada anggota komisionernya yang sempat mendatangi Ferdy Sambo.

"Saya klarifikasi, salah satu komisioner, ditelepon oleh Pak Sambo sebelum kasus ini ramai, Senin (11/8/2022). Beliau datang, kemudian ketemu, yang bersangkutan (Ferdy Sambo) curhat nangis-nangis seperti ceritanya itu. Setelah selesai itu, bu Pungky 'pak tadi saya dipanggil'. Bu Pungky juga melapor ke Menko Polhukam," sambung Benny Mamoto.(*)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved