Polisi Tembak Polisi
Cerita Mencekam di Lantai Dua Rumah Ferdy Sambo, Teriakan Minta Ampun Akhiri Hidup Brigadir J
Deolipa Yumara memberikan pernyataan mengejutkan bahwa Brigadir J sempat minta ampun sebelum tewas ditembak.
Penulis: yudistirawanne | Editor: Soewidia Henaldi
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kasus tewasnya Brigadir J dikediaman Ferdy Sambo perlahan menemui titik terang.
Titik terang kasus tewasnya Brigadir J itu tak terlepas dari desakan publik agar keadilan menemui jalan benarnya.
Kini, Ferdy Sambo resmi menjadi tersangka karena dinilai menjadi otak pembunuhan teehadap Brigadir J.
Belakangan, kisah kekejaman Ferdy Sambo yang menyebabkan Brigadir J muncul kepermukaan.
Hal itu diungkapkan mantan kuasa hukum Bharada E, Deolipa Yumara.
Bharada E sempat menceritakan saat itu mereka sedang berada di rumah Dinas Jalan Saguling, Duren Tiga Barat, Pancoran, Jakarta Selatan.
Baca juga: Terseret Kasus Brigadir J, Ini AKBP Jerry Raymond Sosok di Balik Rusaknya CCTV di Rumah Ferdy Sambo
Mulanya, Brigadir J diminta untuk naik ke lantai atas, namun dia menolak.
Tapi karena perintah itu datang dari Ferdy Sambo, akhirnya Brigadir J menurut.
Kala itu, Bharada E juga naik ke lantai atas, dia menyaksikan Brigadir J yang sudah berlutut di depan Ferdy Sambo yang sedang memegang pistol sambil memakai sarung tangan.
“Di atas itu sudah ada kejadian, si Yoshua berlutut di depan Sambo. Kalau menurut keterangan Richard, kan Richard pegang pistol. Sambo juga pegang pistol. Tapi Sambo pakai sarung tangan. Biasa kan, namanya mafia kan, suka pakai sarung tangan,” kata Deolipa Yumara.
Baca juga: 30 Jaksa Penuntut Umum Akan Tangani Kasus Brigadir J, Nasib Ferdy Sambo Ada di Tangan Mereka
Situasi menjadi panas ketika Irjen Ferdy Sambo memberikan perintah kepada Bharada E untuk menembak rekannya.
Perintah itu tak dapat ditolak oleh Bharada E, maka terjadilah penembakan terhadap Brigadir J.
“Dalam posisi itu, ada perintah dari Sambo untuk si Richard, ‘woy sekarang woy.. tembak, tembak woy. Ya namanya perintah kan Richard ketakutan," papar Seolipa.
"Karena kalau Richard nggak nembak, mungkin dia ditembak. Karena sama-sama pegang pistol kan. Akhirnya atas perintah, Richard langsung tembaklah, ‘dor.. dor.. dor..’,” kata Deolipa, menirukan ucapan yang disampaikan Bharada E.
Baca juga: Deolipa Jadi Penyanyi Usai Didepak Bharada E, Siapkan Lagu Wiro Sableng Sindir Drama Ferdy Sambo
Pelecehan Seksual
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Ferdy-Sambo-ada-di-TKP-saat-Brigadir-J-masih-hidup-Bharada-E-lihat-sang-jenderal-lakukan-ini.jpg)