Polisi Tembak Polisi

Piawai Bongkar Teror Bom, Jenderal Bintang 2 Ini Murka Dibohongi Ferdy Sambo, Rosi Heran : Kok Bisa?

Namun ketika berhadapan dengan kasus Brigadir J, Jenderal Bintang 2 ini bisa-bisanya malah ketipu dengan pengakuan palsu Ferdy Sambo dan bekingannya.

Tayang:
Penulis: Uyun | Editor: Soewidia Henaldi
kolase TribunnewsBogor.com
malang melintang bongkar kasus teror bom, Jenderal Bintang 2 (paling kanan) ini bisa-bisanya dibohongi Ferdy Sambo 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM --- Sosok Jenderal Bintang 2 ini sudah malang melintang sebagai Densus 88, bahkan berbagai teror bom seperti bom Bali berhasil diungkapnya.

Para pelaku bom pun dibuat tak berkutik oleh Jenderal Bintang 2 ini.

Namun ketika berhadapan dengan kasus Brigadir J, Jenderal Bintang 2 ini bisa-bisanya malah ketipu dengan pengakuan palsu Ferdy Sambo dan bekingannya.

Maka dari itu, jurnalis senior Rosiana Silalahi pun tak segan memberikan sindirannya kepada sang Jenderal Bintang 2, yakni Irjen (pirn) Benny Mamoto yang juga sebagai ketua Harian Kompolnas.

Sindiran pertama Rosiana Silalahi adalah menyebut Benny Mamoto tega membuat cirtra Brigadir J hancur, karena lebih percaya akting Ferdy Sambo dibanding keluarga korban.

Ketua harian Kompolnas itu pernah percaya kalau Brigadir J lakukan pelecehan pada istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Kini, tuduhan pelecehan itu ternyata tidak benar.

Baca juga: Tangisan Ferdy Sambo Merasa Terzalimi, Kompolnas Sempat Percaya, Kini Sadar Jadi Korban Skenario

Menurut jurnlais senior Rosiana Silalahi, meskipun kini Benny Mamoto minta maaf, hal tersebut sudah tidak berarti lagi.

Maka dari itu, Rosi pun tak segan menyebut Benny Mamoto tega memfitnah Brigadir J.

"Kerusakan itu sudah terjadi. Harusnya bapak sebelum melakukan rilis, harusnya bapak mendengarkan dulu keluarga. Bahkan bapak sudah langsung turun dalam kesimpulan sama seperti versi Sambo, Polres, ada pelecehan seksual terhadap seorang almarhum. Tega banget pak," ungkap Rosiana Silalahi, dikutip TribunnewsBogor.com dari Youtube Kompas TV.

Disebut tega, Benny Mamoto pun tak terima.

Ia bersikukuh kalau ucapannya kala itu hanya mengutip dari eks Kepolres Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto yang ternyata sudah sekongkol dengan Ferdy Sambo.

Ketua Kompolnas Benny Mamoto, bantah tuduhan sekongkol, singgung tertipu tangisan Ferdy Sambo
sering  (kolase Kompas TV/Tribun)

"Saya ketika dimintai tanggapan oleh media, tentunya harus merujuk pada sumber resmi, dari Polri. Soal nanti rilis itu tidak benar, ada risiko. Ketika saya mengutip ini dan saya diserang, itu risiko saya," timpal Benny Mamoto.

Mendengar jawaban ketua Kompolnas, Rosiana Silalahi pun mencecarnya.

Menurut Rosiana, Kompolnas hanya percaya pada orang-orang yang punya jabatan, tanpa memandang orang biasa.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved