Harga Pertalite di Kota Bogor Masih Normal, Pengendara Keluhkan Keterbatasan Stok
Aktifitas Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Bogor masih terpantau normal ditengah beredar kabar naiknya harga BBM Pertalite.
Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Vivi Febrianti
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Aktifitas Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Bogor masih terpantau normal di tengah beredar kabar naiknya harga BBM jenis Pertalite.
Dari hasil pantauan TribunnewsBogor.com Selasa (23/8/2022) di SPBU yang berlokasi di Panaragan, Gunungbatu, serta Jalan Raya Pajajaran Kota Bogor tidak terlihat adanya antrean seperti sebelumnya.
Di mana, beberapa hari lalu antrean kendaraan terlihat mengular panjang di sejumlah SPBU Kota Bogor akibat adanya stok terbatas dari jenis bahan bakar ini.
Meski begitu, pada sekitar pukul 17.30 WIB, pengendara roda dua di SPBU yang berlokasi di Panaragan dibuat berpindah stand pengisian menuju jenis Pertamax.
Hal itu pun tidak sempat membuat antrean kendaraan menjadi panjang.
Namun, salah seorang pengandara yang berhasil ditemui di SPBU Panaragan Deska (29) sedikit mengeluh dengan hal tersebut.
Sebab, menurutnya sebelum adanya informasi kenaikan harga BBM, dirinya pun sempat tertahan antrean karena keterbatasan stok pertalite.
"Kalau kenaikan gak masalah. Tapi, stoknya ini lho yang bikin kesel. Nanti, di SPBU sini abis terus pindah lagi abis juga. Kan percuma aja gitu," kata dia kepada TribunnewsBogor.com.
Dia yang tidak mempersalahkan kenaikan harga ini pun berharap, nantinya ketersediaan BBM Pertalite dapat memenuhi di masyarakat.
"Itu aja. Stoknya aja yang harus diperhatikan," singkatnya.
Terpisah, Wali Kota Bogor Bima Arya pun turut berkomentar terkait informasi kenaikan harga BBM di masyarakat.
"Kita percaya pemerintah pusat sudah ada formulanya. Yang penting begini, semua langkah itu kita bisa kordinasikan dengan baik. Sehingga kita bisa sosialisasikan," kata Bima Arya kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (23/8/2022).
Kebijakan itu, sambung Bima Arya, harus disosialisasikan kepada masyarakat sekitar.
Sehingga, jika ada kebijakan dari Pemerintah Pusat, daerah pun harus mengetahuinya dengan jelas.
"Jangan sampai ada kebijakan pusat yang kita tidak tahu. Langsung pemerintah pusat ada langkah itu kita bisa antisipasi sehingga kita gencarksn sosialisasi kepada warga," sambungnya.
"Karena pilihannya kan tidak mudah. Pertamax naik ya harus seperti itu. Dulu pun seperti itu," tandasnya (*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Aktifitas-di-SPBU-wilayah-Panaragan.jpg)