Polisi Tembak Polisi

Simbol Doa Bagi Kapolri Usut Tuntas Kasus Brigadir J, Pemuda Batak di Bogor Nyalakan Seribu Lilin

Dengan khidmat, untaian doa pun dipanjatkan mengiringi lilin yang dinyalakan oleh masyarakat batak yang tergabung dalam PBB ini.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
PBB menyalakan seribu lilin sebagai simbol doa bagi Kapolri usut tuntas kasus Brigadir J, Jumat (26/8/2022) malam hari. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Seribu lilin menyala di Alun-Alun Kota Bogor pada Jumat (26/8/2022) malam.

Lilin yang dinyalakan oleh Pemuda Batak Bersatu (PBB) ini sebagai simbol doa yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menyelesaikan kasus Brigadir Yosua atau Brigadir J.

Dengan khidmat, untaian doa pun dipanjatkan mengiringi lilin yang dinyalakan oleh masyarakat batak yang tergabung dalam PBB ini.

"Ini sebagai bentuk doa kepada presiden dan juga kapolri. Terutama presiden diberikan kesehatan dalam memimpin NKRI. Kapolri pun diberikan kesehatan agar polri presisi terkhusus mengusut kasus saudara kami Brigadir J," kata Ketua Panitia Pelaksana Mangarah Silalahi saat dijumpai TribunnewsBogor.com, Jumat.

Mangarah melanjutkan, PBB akan terus mengawal dan mendukung semua pihak yang terlibat dalam penyelesaian kasus yang menimpa saudaranya ini.

"Jadi seluruh PBB Kota Bogor mendukung Kapolri, mendoakan presiden agar tetap menjalankan tugas tugas dan mengungkap kasus ini baik dan tepat," katanya.

Dia pun berpesan, agar kekuasaan yang diemban oleh para pemimpin harus digunakan dengan tepat.

"Pesan utamanya adalah kami sebagai orang batak khususnya dan masyarakat kecil umumnya agar prioritas dan jangan semena-mena kepada rakyat kecil," sambungnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim yang turut hadir dalam acara ini mengapresiasi langkah yang dilakukan PBB.

Sebab menurutnya, lewat doa, semua masalah yang sedang terjadi dan menggemparkan publik ini, bisa terselasaikan.

"Jadi artinya, persoalan ini salah satu dari sekian banyak persoalan, kedepan persoalan tidak akan pernah hilang juga, artinya kalau dengan doa, dukungan dan juga kekuatan kita bersama untuk menyelesaikan persoalan, insya allah semua hal-hal itu bisa diatasi dengan baik," kata Dedie saat dijumpai TribunnewsBogor.com, Jumat.

Dedie pun merasa prihatin atas peristiwa yang saat ini terjadi.

Dirinya, berharap agar permasalahan serupa yang terjadi saat ini, tidak terjadi dikemudian hari.

"Tentu kita juga sangat prihatin dengan adanya peristiwa yang saat ini beredar, dan saat ini sedang mengemuka, dan berharap dikemudian hari tidak terjadi lagi persoalan, kita sangat ingin intansi ditingkat pusat yang berintegritas, solid, dan mengayomi seluruh bangsa Indonesia," tandasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved