Imbas Angkot Tertabrak Commuter Line di Kebon Pedes Bogor, Empat Perjalanan Terhambat

PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) memohon maaf atas insiden yang terjadi di perlintasan kereta Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Kondisi mobil angkot yang ringsek usai tertabrak Commuter Line di Perlintasan Kebon Pedes, Selasa (30/8/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) memohon maaf atas insiden yang terjadi di perlintasan kereta Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Dimana, dalam insiden ini, Satu unit angkutan kota ( angkot) trayek 08 jurusan Citereup- Pasar Anyar tertabrak kereta Commuter Line

Imbas dari insiden ini, beberapa perjalanan Commuter Line terhambat.

"KAI Commuter memohon maaf atas adanya kendala perjalanan Commuter Line lintas Bogor-Jakarta Kota yang terjadi pada Selasa. Kendala perjalanan Commuter Line tersebut disebabkan tertempernya KA 4073 Commuterline relasi Bogor-Jakarta Kota oleh kendaran roda empat sekitar pukul 05.10 WIB di perlintasan No.28 tepatnya di Km 51+7/8 antara Stasiun Bogor – Stasiun Cilebut," kata Leza Arlan dalam keterangan tertulisnya, Selasa.

Keterlambatan pemberangkatan ini, sambung Leza, karena satu jalur rel tidak bisa dilalui, akibat mobil yang menemper menghalangi jalur rel.

Di mana, tercatat, empat perjalanan Commuter Line relasi Jakarta Kota - Bogor terhambat.

Untuk tetap melayani,  pengguna Commuter Line, KAI Commuter melakukan rekayasa pola operasi pada perjalanan Commuter Line No. 4022 relasi Jakarta Kota-Bogor

"Perjalanannya hanya sampai Cilebut untuk kembali menjadi perjalanan Commuter Line No. 4093 relasi Bogor – Jakarta kota," sambungnya.

Meski begitu, saat ini, insiden angkot dengan Commuter Line ini sudah berhasil ditangani.

"KAI Commuter menghimbau kepada pengguna jalan raya untuk selalu mendahulukan perjalanan kereta api saat diperlintasan," tambahnya.

PT KAI pun, berharap pihak kepolisian dapat menindaklanjuti kejadian ini.

"KAI Commuter juga berharap pihak Kepolisian dapat menindaklanjuti kejadian ini agar tidak terulang lagi karena sangat membahayakan nyawa warga ataupun pengguna kereta, sesuai dengan UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian," tandasnya (*).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved