IPB University

Peneliti IPB University Buat Produk Kecantikan dari Garam Rumput Laut, Cocok untuk Diet

Garam GAMY merupakan garam rendah natrium yang bahan baku utamanya dari rumput laut tropika Indonesia, yaitu rumput laut cokelat, hijau dan merah.

Editor: Tsaniyah Faidah
Dokumentasi Humas IPB University
Tim peneliti di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University berhasil mengembangkan Garam GAMY. Yaitu garam rumput laut untuk manfaat kesehatan dan kecantikan. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Tim peneliti di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University berhasil mengembangkan Garam GAMY. Yaitu garam rumput laut.

Garam GAMY merupakan salah satu produk inovasi dari sumberdaya perairan yang dikembangkan sejak tahun 2016 oleh Prof Nurjanah bersama tim peneliti di Departemen Teknologi Hasil Perairan, FPIK IPB University.

Anggota tim penelitian ini antara lain Dr Asadatun Abdullah dan dr Naufal Muharam Nurdin, MSi.

Mereka melakukan launching produknya pada Selasa (30/8/2022) kemarin di Science and Techno Park (STP), Kampus Taman Kencana, Bogor.

“Inovasi ini diberi nama komersil Garam GAMY. GAMY sendiri secara istilah memiliki arti Berani dan Menjangkau. Pengembangan garam rumput laut ini bekerja sama dengan mitra startup PT Akuanutrindo Sukses Makmur,” ujar Prof Nurjanah.

Prof Nurjanah menjelaskan bahwa Garam GAMY merupakan garam rendah natrium yang bahan baku utamanya dari rumput laut tropika Indonesia, yaitu rumput laut cokelat, hijau dan merah.

Garam yang dihasilkan mampu mendekati standar rasio Na:K untuk garam diet (1:1) dan memiliki kadar NaCl kurang dari 60 persen sesuai standar garam rendah natrium.

Garam GAMY memiliki manfaat untuk membantu para konsumen yang sedang menerapkan diet garam, konsumen penderita hipertensi ataupun konsumen yang tidak memiliki kategori dua utama tersebut agar tetap bisa menikmati rasa asin dan umami,” jelasnya.

Ia menambahkan, kelebihan lain Garam GAMY dibandingkan produk sejenis. Yaitu garam GAMY mengandung mineral, serat dan antioksidan yang bermanfaat, tentunya bagi kesehatan tubuh.

Produksi garam GAMY juga zero waste karena hasil samping dari produksi, berupa residu, nantinya dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku berbagai produk kosmetik.

Garam GAMY saat ini memiliki dua jenis varian, yaitu GAMY cokelat (rumput laut cokelat) dan GAMY Hijau (rumput laut hijau).

"Produk turunan dari garam GAMY juga saat ini sudah dikembangkan menjadi beberapa produk," ungkapnya.

Di antaranya yakni SEAKO minuman serbuk instan yang terfortifikasi kolagen dan garam rumput laut, RUBI minuman tinggi serat yang terfortifikasi garam rumput laut, dan SEABID body scrub dari residu garam rumput laut dan bahan alami lainnya.

Selain itu, katanya, saat ini sedang diteliti produk turunan lainnya, yaitu gelato dan surimi yang terfortifikasi garam rumput laut.

Garam GAMY saat ini sudah terdaftar di kekayaan intelektual paten sederhana dan merk,” imbuhnya.

Ia berharap inovasi ini mampu memberikan manfaat sebagai alternatif pencegahan hipertensi di Indonesia, meningkatkan nilai tambah rumput laut tropika terutama jenis rumput laut yang belum tergali potensinya.

“Saya harap inovasi ini dapat membuka lapangan pekerjaan baru untuk berbagai kalangan dan memunculkan produk turunan baru dari garam rumput laut serta hasil samping produksinya,” tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved