Polisi Tembak Polisi
Loyalitas Menguap, Tersangka Pembunuhan Brigadir J Bakal Selamatkan Diri Masing-masing di Pangadilan
Pakar Psikologi Forensik bongkar strategi para tersangka Ferdy Sambo CS hingga strategi yang digunakan demi menyelamatkan diri masing-masing
Penulis: Siti Fauziah Alpitasari | Editor: Soewidia Henaldi
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pakar psikologi forensik, Reza Indragiri buka suara terkait proses rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J yang digelar di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo pada Selasa (30/8/2022) kemarin.
Pasalnya, proses rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J saat berlangsung, memiliki masalah mendasar yakni sama sekali tidak membuka akses suara, audio maupun sejenis lainnya.
Dilansir TribunnewsBogor.com dari YouTube CNN Indonesia pada Kamis (1/9/2022), Reza Indragiri menyebut, adanya masalah mendasar dalam rekonstruksi yang berlangsung, menyebabkan ketidaktahuan publik atas informasi seperti apa fakta yang sebenarnya terjadi.
“Saya juga tidak bisa mengatakan apakah ini sebuah kegiatan yang produktif kah atau kontraproduktif, positif atau negatif,” kata Reza Indragiri dilansir YouTube CNN Indonesia pada Kamis (1/9/2022).
Menurut pakar psikologi forensik, ia hanya dapat menafsirkan adanya serangkaian banyak orang yang hanya lalu lalang bergerak saja.
Sehingga Reza Indragiri mengatakan, dirinya tidak mengetahui sesungguhnya apa yang sedang terjadi di lokasi rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J.
Baca juga: Kamu Tega SekaliUcap Ferdy Sambo Penuh Dendam ke Brigadir J yang Berlutut di Bawah Todongan Pistol
Jiwa Korsa Hilang
Di sisi lain, Reza Indragiri juga menyoroti jiwa korsa yang menjadi suatu kebanggaan personel Polisi.
“Salah satu hal yang membanggakan personel Polisi adalah jiwa korsa, loyalitas, kekompakan, se-iya, se-kata, semangat untuk saling melindungi sejawat, walaupun kadang dengan cara yang salah,” ucap Reza Indragiri.
Ia pun sangat meyakini, bahwa rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J yang berlangsung kemarin, jiwa korsa para tersangka sudah tidak ada lagi.
Dimana Reza Indragiri menyebut, pada akhirnya para tersangka mulai tersadar bahwa mereka harus mempertanggungjawabkan hukum pidananya secara individu.
“Kesetiaan kawan menyingkir, loyalitas menguap, kepatuhan terhadap atasan juga sirna, kenapa? karena pada akhirnya setiap tersangka tersadar di depan mereka ada proses pertanggungjawaban pidana yang harus dilakukan secara individual,” jelasnya.
Lanjut Reza Indragiri menambahkan, apalagi dengan ancaman mengerikan yakni hukuman mati, sudah dipastikan para tersangka akan menyelamatkan diri masing-masing.
“Dengan bayang-bayang yang mengerikan seperti itu, mungkin hampir bisa dipastikan bahwa setiap tersangka akhirnya tidak lagi mengandalkan jiwa korsa, tapi SDM selamatkan diri masing-masing,” terangnya.
Baca juga: Diam di Kamar, Putri Candrawathi Tak Lagi Dengar Suara Brigadir J Usai Ferdy Sambo Teriak Cepat !
Strategi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Pakar-Psikologi-Forensik-bongkar-strategi-para-tersangka-Ferdy-Sambo-CS-hingga-strategi.jpg)