Pencabulan di Bogor

Modus Oknum Guru Ngaji Cabul di Bogor, Dirayu Biar Pintar Murid Disuruh Pejamkan Mata

Wakapolres Bogor Kompol Wisnu Perdana menjelaskan, pelaku sudah melakukan perbuatan cabul tersebut selama setahun terakhir.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Seorang oknum guru ngaji berinisial SR (33) di wilayah Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor jadi tersangka kasus pencabulan terhadap 5 orang anak di bawah umur muridnya sendiri. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Seorang oknum guru ngaji berinisial SR (33) di wilayah Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor jadi tersangka kasus pencabulan terhadap 5 orang anak di bawah umur.

Para korbannya ini masih berusia antara 10 - 14 tahun dan merupakan murid dari si pelaku oknum guru ngaji tersebut.

Wakapolres Bogor Kompol Wisnu Perdana menjelaskan, pelaku sudah melakukan perbuatan cabul tersebut selama setahun terakhir.

Modusnya, Tersangka SR yang merupakan pria yang sudah berkeluarga ini merayu para korbannya dengan alih-alih agar cepat pintar.

"Modus yang digunakan dengan cara membujuk rayu para korbannya agar para muridnya itu lebih pintar mengaji, lalu bisa meresap ilmunya," kata Kompol Wisnu Perdana di Mako Polres Bogor, Selasa (6/9/2022).

Baca juga: BREAKING NEWS - Oknum Guru Ngaji di Bogor yang Cabuli 5 Gadis Kecil Ditangkap Polisi

Pelaku kemudian menyuruh korban memejamkan mata lalu korban dicabuli.

Bentuk pencabulan yang dilakukan pelaku ini berupa raba dan cium.

"Korban yang seluruhnya anak dibawah umur ini disuruh memejamkan matanya. Dari situ pelaku mulai melakukan perbuatan pencabulan dengan cara meraba bagian tubuh korban serta mencium dari korbannya," kata Kompol Wisnu Perdana.

Selain itu, para korban juga dibujuk pelaku agar tidak memberitahukan perbuatan cabul tersebut kepada siapa pun namun kemudian ada salah satu korban bercerita kepada orang tuanya hingga akhirnya dilaporkan ke Polisi.

"Unit PPA Satreskrim Polres Bogor melakukan penyelidikan dan penyidikan. Dari perkembangan tersebut diketahui bahwa korban itu ada 5 orang yang periode waktunya mulai 1 tahun ke belakang, semuanya adalah muridnya," tambah Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo DC Tarigan.

Atas perkara ini pelaku dijerat dengan pasal 82 UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak serta dilapis UU nomor 12 tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun atau paling lama 15 tahun.

 

 

 

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved