IPB University

Inovasi Foedies.kit, IPB University Kelola Sampah Makanan dengan Maggot dan Silase

CE IPB University bertujuan untuk meningkatkan efisiensi sumber daya dan kinerja lingkungan di tingkat yang berbeda dari rantai pasokan.

Editor: Tsaniyah Faidah
TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
IPB University ajak warga kelola sampah dengan inovasi Foedies.kit. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Melihat masalah sampah di Kampung Kebon Kopi, Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mahasiswa IPB University yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) memberi solusi. 

Tim yang diketuai Dydan Muhammad Al Basith ini mengusung program pemilahan sampah organik dan anorganik serta mengolahnya kembali menjadi produk bernilai ekonomi (pakan ternak) sebagai bentuk dari Circular Economy (CE).

CE bertujuan untuk meningkatkan efisiensi sumber daya dan kinerja lingkungan di tingkat yang berbeda dari rantai pasokan.

Bersama tiga kawannya, yakni Putri, Fitri, dan Safira serta didampingi dosen Dr Meti Ekayani, mereka menggandeng ibu-ibu Majelis Taklim Al-Hidayah. 

Satu rumah tangga di Desa Cibanteng dapat menghasilkan timbulan food waste sebesar 2,64 kilogram/hari dengan akumulasi total food waste sebesar 14.559,6 kilogram/hari.

Salah satu sebabnya karena perilaku masyarakat yang langsung membuang sampah di sungai dan lahan kosong, tanpa mengolahnya terlebih dahulu.

"Hal ini mengakibatkan terjadinya penimbunan sampah di lingkungan itu,” ungkap Dydan.

Menurut keterangan Sulaiman, Ketua Rukun Warga (RW) 10 Kampung Kebon Kopi, masyarakat merasakan dampak langsung atas adanya permasalahan sampah yang menumpuk dan tercampur.

Antara lain adanya bau tidak sedap akibat munculnya cairan berupa lindi dari sampah organik dan banyaknya lalat sampah yang berdatangan sehingga dapat menimbulkan penyakit.

"Manfaat implementasi CE adalah dapat meningkatkan ketahanan lingkungan, kesejahteraan sosial masyarakat, mengurangi kerusakan lingkungan, meningkatkan pembentukan new product added value sekaligus dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi hijau yang searah dengan tujuan pembangunan berkelanjutan,” tutur mahasiswa Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan (ESL) IPB University ini.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved