Demo Kenaikan BBM

Demo BBM Naik Belum Usai, Mahasiswa Kini Geruduk Gedung DPRD Kota Bogor

Sempat terdengar teriakan-teriakan dari mahasiswa dan border mahasiswa pun sempat buyar.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Aksi demo mahasiswa tolak kenaikan harga BBM di depan gedung DPRD Kota Bogor, Kamis (15/9/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIHUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) terus lakukan aksi unjuk rasa terkait penolakan kenaikan harga BBM.

Kali ini, puluhan massa yang tadinya melakukan aksi di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor ini, sekitar pukul 16.30 WIB membubarkan diri usai menyampaikan tuntutan.

Aksi di Jalan Jenderal Sudirman ini pun. sempat diwarnai aksi dorong-dorongan antara polisi dengan mahasiswa.

Sempat terdengar teriakan-teriakan dari mahasiswa dan border mahasiswa pun sempat buyar.

Baca juga: Demo Tolak Kenaikan BBM Dekat Istana Bogor Memanas, Mahasiswa Terlibat Saling Dorong dengan Aparat

Namun, mahasiswa kembali melakukan aksinya dengan tuntutan yang sama di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor.

Berbagai orasi pun terus dilantangkan di depan gedung DPRD Kota Bogor ini.

Pantauan di lokasi hingga pukul 17.28 WIB, mahasiswa ini terus melakukan orasinya.

Bahkan, mahasiswa ini pun menyampaikan orasinya dengan cara memanjat pagar gedung DPRD.

Aksi bakar ban pun terus dilakukan oleh massa aksi ini.

Perwakilan anggota DPRD Kota Bogor pun saat ini telah ada dihadapan mahasiswa.

Koordinator Lapangan Try Rahman Y mengatakan, bahwa aksi ini sudah dilakukan berdasarkan kajian diskusi yang mendalam.

"Aksi hari ini PMII sudah melakukan seoptimal mungkin berdasarkan kajian diskusi, makanya kami turun kejalan untuk bagaimana tuntutan kita ini segera ada respon baik dari pemerintahan, itu yang kita harapkan," kata dia.

Dirinya pun menegaskan, jika tuntutan ini tidak didengar dan dilakukan oleh pemerintah, maka akan ada aksi lagi yang besar.

"Rencana selenjutnya kita akan berdiskusi dahulu untuk kedepannya seperti apa, namun saya pastikan dan jaminkan massa aksi ini akan turun dalam waktu 1x24 jam apabila tidak di respon pemerintahan," tegasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved