'BBM Naik Tapi Upah Tidak Naik' Curhat Buruh Saat Unjuk Rasa Tolak Kenaikan BBM di DPRD Kota Bogor

Gelombang unjuk rasa terkait penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali terjadi di Kota Bogor.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Puluhan buruh yang gelar aksi unjuk rasa di DPRD Kota Bogor, Senin (19/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - Gelombang unjuk rasa terkait penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak ( BBM) kembali terjadi di Kota Bogor.

Kali ini, gelombang aksi ini diinisiasi oleh puluhan buruh yang tergabung dalam aliansi Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Bogor.

Puluhan buruh ini menggelar aksi unjuk rasanya di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Sekitar pukul 09.40 WIB, massa aksi ini sampai di depan Gedung DPRD Kota Bogor, Jalan Pemuda, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Namun, tak berselang lama, mereka masuk ke dalam Gedung DPRD dan sampai saat ini pukul 10.30 WIB, sedang audiensi dengan Ketua DPRD Kota Bogor dan bersama anggota DPRD lainnya.

Buruh ini terus menyampaikan keresahan-keresahannya terkait kenaikan harga BBM yang mulai berlaku sejak tanggal 3 September 2022 lalu.

Buruh ini meminta solusi terbaik lewat DPRD Kota Bogor agar disampaikan langsung kepada Pemerintah Pusat.

Beberapa poin tuntutan disampaikan langsung kepada DPRD Kota Bogor oleh perwakilan buruh.

Buruh ini meminta kepada pemerintah pusat agar mengerti kondisi para pekerja ataupun buruh ditengah kenaikan ini.

" BBM naik, tapi upah kita tidak naik. Memang upah kita naik tapi 24 ribu. Bayangkan, 24 ribu dibagi 30 hari, berapa?. Kenaikan BBM berapa. Apakah itu mencukupi?," kata Koordinator Aksi Budi Mudrika saat audiensi dengan DPRD Kota Bogor.

Belum lagi, sambung Budi, kenaikan BBM yang tidak diikuti kenaikan upah ini, bisa membuat roda pemenuhan kebutuhan kehidupan akan ikut tersendat.

"Tentunya kita butuh beras. Butuh kebutuhan yang lainnya. Tapi, kenaikan BBM ini juga membuat harga bahan pokok naik," katanya.

Budi pun meminta agar DPRD Kota Bogor menerima aspirasi para buruh dan menyampaikan langsung kepada Pemerintah Pusat.

"Ini menjadi momen berinteraksi langsung dengan pimpinan DPRD Kota Bogor. Tentunya kita berharap solusi akan kita dapatkan," tandasnya.

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved