Jelang Sidang Vonis Ade Yasin di Pengadilan Tipikor Bandung, Ini Kata Pakar Hukum

Bupati Bogor non aktif, Ade Yasin akan menghadapi sidang vonis kasus dugaan suap BPK Jabar di Pengadilan Tipikor Bandung pada Jumat (23/2022) nanti.

Editor: Damanhuri
istimewa
Pakar hukum Universitas Pakuan, Asmak Ul Hosnah 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Bupati Bogor non aktif, Ade Yasin akan menghadapi sidang vonis kasus dugaan suap BPK Jabar di Pengadilan Tipikor Bandung pada Jumat (23/2022) nanti.

Kasus dugaan suap ini menyerat sejumlah nama pegawai Pemkab Bogor termasuk Ade Yasin yang kini menyandang ststus terdakwa.

Pakar hukum Universitas Pakuan, Asmak Ul Hosnah turut menanggapi kasus hukum yang saat ini menyeret nama Ade Yasin tersebut.

Menurutnya, majelis hakim jangan sampai mengabaikan fakta-fakta persidangan dalam memberikan vonis kepada terdakwa.

“BAP bisa dicabut, sementara fakta-fakta persidangan itulah yang real. Fakta di persidangan itu tidak bisa dicabut kembali, intinya lebih kuat keterangan-keterangan di persidangan dari pada BAP,” terangnya kepada wartawan, Rabu, (21/9/2022).

Dekan Fakultas Hukum Universitas Pakuan ini juga mempertanyakan sikap jaksa KPK yang tak menghadirkan saksi ahli dalam kasus tersebut

“Seperti jaksa yang tidak menggunakan saksi ahlinya dalam tuntutannya. Itu juga patut dipertanyakan kenapa?," kata dia.

Menurutnya, majelis hakim dalam memberikan vonis juga harus meneliti dari segala aspek, mulai dari barang bukti, keterangan terdakwa, keterangan saksi-saksi, dan lain-lain, karena berkaitan dengan upaya penegakkan hukum.

“Karena lebih baik membebaskan 1.000 orang, daripada mempidana satu orang yang tidak bersalah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pasal yang digunakan jaksa dalam menuntut terdakwa Ade Yasin, yakni Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-undang tindak pidana korupsi, Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, Jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

“Kalau itu memang tidak terbukti tetapi tetap dipaksakan jaksa, dan kemudian jaksa menuntut tiga tahun untuk perbuatan penyuapan, itu saya rasa ada keraguan di sana,” kata Dr Asmak.

Sementara itu, Kuasa Hukum Ade Yasin, Dinalara ButarButar meyakini majelis hakim akan objektif dalam memberikan putusan.

Sebab, tiga terdakwa pegawai Pemkab Bogor pun sudah mengaku di persidangan bahwa tidak mendapat perintah dari Ade Yasin dalam melakukan dugaan suap.

Ia menyebutkan, tim penasehat hukum Ade Yasin dengan tegas akan melakukan upaya hukum lainnya jika hakim memutuskan kliennya bersalah meski hanya dengan menjatuhkan hukuman kurungan satu hari.

“Terdakwa dituntut satu hari pun kami akan tetap melakukan pembelaan upaya hukum, karena terdakwa tidak bersalah, dan terdakwa bukanlah pelaku tindak pidana korupsi,” kata Dinalara

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved