Polisi Tembak Polisi

Pengusutan Obstruction of Justice Kasus Brigadir J Terhambat Lagi, Saksi Kunci Mendadak Sakit Parah

Penyidik Polri menyatakan, AKBP Arif Rahman Arifin, saksi kunci obstruction of justice kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat

Editor: khairunnisa
Warta Kota
Kadiv Humas Irjen Dedi Prasetyo mengurai penjelasan perihal saksi kunci obstruction of justice kasus Brigadir J yang sedang sakit parah. Ini sosok sang saksi kunci 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pengusutan obstruction of justice kasus Brigadir J kembali terhambat.

Hal itu lantaran saksi kunci kasus tersebut mendadak alami sakit parah.

Saksi kunci itu adalah AKBP Arif Rahman Arifin.

Penyidik Polri menyatakan, AKBP Arif Rahman Arifin, saksi kunci obstruction of justice kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J mengalami sakit parah.

"Karena saksi kuncinya dalam kondisi sakit, tentunya kita harus menunggu dulu sampai dengan kondisi yang bersangkutan sehat," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/9/2022).

Diakui Irjen Dedi Prasetyo, membutuhkan waktu cukup panjang untuk proses penyembuhan terhadap AKBP Arif Rahman Arifin tersebut.

Kendati demikian, Irjen Dedi Prasetyo tidak menjelaskan secara detail penyakit yang diderita AKBP Arif Rahman Arifin.

Baca juga: Terungkap Rekam Jejak Jenderal Senior Diduga Pelindung Ferdy Sambo, Pernah Berikan Ini ke Brigadir J

"AKBP AR sakit lah, proses penyembuhannya cukup panjang ya, karena sakitnya agak parah," ucap Irjen Dedi Prasetyo.

Kadiv Humas menjelaskan, untuk menggelar sidang etik terkait obstruction of justice, seorang saksi harus dalam kondisi sehat.

Sebab, hal itu merupakan syarat utama untuk bisa dihadirkan dalam sidang.

Halaman
12
Sumber: Kompas TV
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved