Polisi Tembak Polisi

Kasus Brigadir J Mulai Redup Usai 3,5 Bulan Berlalu, Tangis Ibunda Yosua Pecah Minta Bantuan Publik

Sadar kasus kematian Brigadir J mulai meredup, Rosti Simanjuntak meminta publik untuk mengawal kasus kematian putranya. Rosti pun berurai air mata

Penulis: khairunnisa | Editor: Vivi Febrianti
Youtube channel Bonapasogit Studio
Tangis ibunda Brigadir J, Rosti Simanjuntak pecah tatkala meminta bantuan publik untuk mengawal kasus kematian Yosua oleh Ferdy Sambo Cs 

Melihat sosok rendah hati Yosua, Samuel Hutabarat sempat protes.

"Bang, kamu ini bikin malu bapak, kok gitu cara berpakaiannya datang ke sini ?" pungkas Samuel Hutabarat.

"Pak, ini kan Sungai Bahar, enggak usah berlebihan. Pakai celana pendek, pakai sandal jepit," kata Samuel seraya menirukan perkataan Brigadir J.

Tangis ibunda Brigadir J, Rosti Simanjuntak pecah tatkala meminta bantuan publik untuk mengawal kasus kematian Yosua oleh Ferdy Sambo Cs
Tangis ibunda Brigadir J, Rosti Simanjuntak pecah tatkala meminta bantuan publik untuk mengawal kasus kematian Yosua oleh Ferdy Sambo Cs (Youtube channel Bonapasogit Studio)

Tangisan Ibunda Yosua

Tak hanya Samuel Hutabarat yang bercerita, Rosti Simanjuntak pun turut bersuara.

Dalam undangan wawancara di sebuah kafe di Jambi, Rosti Simanjuntak berurai air mata saat diminta bercerita soal sosok almarhum Yosua.

Memulai cerita, Rosti Simanjuntak menyebut Yosua adalah titipan Tuhan yang paling berharga dalam hidupnya.

Baca juga: Sebut Citra Polri Rontok Gara-gara Kasus Ferdy Sambo, Yunarto : Bisa Dikatakan Merah

"Semenjak kecil, memang anak ini dititipkan Tuhan, merupakan harta yang berharga di keluarga kami, terlebih saya ibunya yang sudah melahirkan, membesarkan, mandiri mengajarinya," ungkap Rosti Simanjuntak dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan Youtube Bonapasongit Studio, Sabtu (24/9/2022).

Setali tiga uang dengan sang suami, Rosti mengakui bahwa Yosua adalah anaknya yang paling penurut.

Dalam keadaan apapun, Yosua tidak pernah mengeluh atau membantah ucapan sang ibu.

Karenanya saat mendengar Yosua telah tiada, hati Rosti hancur berantakan.

"Kalaupun diceritakan, sangat berat, mungkin kalau saya ceritakan, antara percaya enggak percaya. Apapun penderitaannya, dia (Yosua) menerima dan tidak pernah berkata apapun saking penurutnya, dan patuhnya, itu kelebihan di antara mereka berempat," kata Rosti Simanjuntak.

Mengenang sosok Brigadir J, Rosti menyebut putranya bisa mengerjakan semua pekerjaan.

Tak hanya itu, almarhum Yosua juga diakui Rosti Simanjuntak adalah anak yang peka.

"Dia dari kecil diberi Tuhan suatu feeling, instingnya luar biasa, yang bisa mengerti kondisi mamanya, bahkan kakak dan adiknya," akui Rosti Simanjuntak.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved