IPB University

Malam Puncak Gebyar Nusantara, Mahasiswa IPB University Ekspresikan Budaya dari Berbagai Daerah

Melalui Gebyar Nusantara, mahasiswa IPB University berhasil mengekspresikan kebudayaan daerah yang ada di Indonesia.

Editor: Tsaniyah Faidah
Dokumentasi Humas IPB University
Malam puncak Gebyar Nusantara (Genus) 2022 yang digelar secara offline di Gedung Graha Widya Wisuda (GWW) IPB University berlangsung meriah 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Malam puncak Gebyar Nusantara (Genus) 2022 yang digelar secara offline di Gedung Graha Widya Wisuda (GWW) IPB University berlangsung meriah.

Sebanyak 27 organisasi mahasiswa daerah (omda) menunjukkan budaya daerahnya masing-masing yang dikemas secara kreatif pada gelaran festival kebudayaan terbesar di IPB University ini.

Melalui Gebyar Nusantara, mahasiswa IPB University berhasil mengekspresikan kebudayaan daerah yang ada di Indonesia.

"Semoga dengan adanya kegiatan ini kita semakin aware dan meningkatkan kebudayaan-kebudayaan Indonesia yang penuh keragaman. Semoga dengan terlaksananya Genus kita bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat dan lingkungan," harap Wakil Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB University M. Fauzan Ramdani.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Barat Dr Dewi Sartika memberikan keynote speech pada malam puncak Gebyar Nusantara IPB University.

Dalam pemaparannya, Dewi Sartika mengapresiasi IPB University karena telah mengadakan festival kebudayaan bernama Gebyar Nusantara.

"Pemerintahan secara pentahelix akan mendukung bentuk kemajuan kebudayaan. Tentu saja dengan seluruh kegiatan BEM KM IPB University ini juga membantu bagaimana kita semua melakukan pengembangan kebudayaan," tuturnya.

Dewi Sartika menambahkan, gelaran festival kebudayaan di IPB University sejalan dengan keinginan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam melestarikan kebudayaan lokal.

Dia menilai kegiatan Gebyar Nusantara IPB University sebagai sarana seni pertunjukan juga edukasi bagi kalangan milenial.

"Generasi muda harus terus memperjuangkan kebudayaan. Ragam kebudayaan leluhur harus dijaga. Budaya adalah identitas bangsa. Saya harap kegiatan ini bisa menjadi semangat untuk memajukan budaya dan pembangunan di Jawa Barat," pesan sekaligus harapan alumnus IPB University ini.

Sementara itu, Rektor IPB University Prof Arif Satria dalam sambutan malam puncak Gebyar Nusantara menyinggung soal alam yang dapat menjadi sumber pelajaran hidup.

Ia mengatakan bahwa alam mengajarkan kepada manusia tentang pentingnya interdependensi atau kesalingbergantungan.

Contohnya, bunga sangat tergantung pada serangga.

"Alam mengajarkan kepada kita (bahwa) kita tidak perlu memberi makan di laut. Tapi ikan-ikan di laut tetap hidup. Mengapa ikan hidup tanpa dikasih makan oleh manusia? Karena alam sudah berjejaring. Kita belajar dari alam insya Allah hidup kita semakin bahagia," ujar Prof Arif.

Kemudian Prof Arif mengajak mahasiswa IPB University untuk memperkuat kreativitas.

Lalu di akhir sambutannya Prof Arif menutup Agri Symphony 2022 yang salah satu rangkaiannya adalah Gebyar Nusantara IPB University.

 "Dengan mengucapkan bismillah acara Agri Symphony 2022 dengan ini saya tutup," ucap Rektor IPB University ini yang kemudian disambut suara gemuruh tepuk tangan mahasiswa.

Pada malam puncak Gebyar Nusantara diumumkan omda-omda yang meraih juara selama kegiatan festival kebudayaan terbesar di IPB University itu berlangsung. 

Selain pengumuman penghargaan, pada malam puncak juga menampilkan berbagai pertunjukan budaya dari berbagai daerah dan hiburan

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved