Insiden Arema vs Persebaya

Perjuangan Aremania Keluar Dari Gate 13 Insiden Kanjuruhan, Lemas Dengar Adiknya Jadi Korban

Seketika itu pula, suporter yang berada di gate 13 panik dan berlarian menjauhi asap. Mereka berebut keluar hingga berdesak-desakan.

TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Alun-Alun pada Senin (3/10/2022) malam mendadak syahdu oleh ratusan supporter di Bogor yang hadir karena solidaritas atas kejadian Tragedi Kanjuruhan. Fathir Ramadhan (21) seorang Aremania yang berhasil keluar dari gate 13 hingga lemas ketika mendengar kabar adiknya meinggal dunia 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Fathir Ramadhan (21) seorang Aremania yang juga merupakan warga Klojen, Kabupaten Malang, ini harus tertunduk lemas di dekat patung kepala singa yang bermahkota di wilayah Stadion Kanjuruhan, Malang.

Kesedihan Fathir ini lantaran ia harus kehilangan adik sepupunya yang bernama Mita Maulidya (24) dalam insiden laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) lalu.

Fathir pun datang ke patung kepala singa itu untuk menaburkan bunga dan berdoa.

Isak tangis Fathir saat itu tidak terbendung, hingga ia berjongkok, memejamkan mata dan menundukkan pandangan sampai akhirnya merenung.

Di momen ini, Fathir tak kuasa menitikkan air mata. Seketika pijakannya rapuh hingga terduduk meringkuk. Dua rekannya datang untuk menenangkan Fathir.

Kendati begitu, Fathir tetap tak bisa menepis kesedihannya. Dia juga tak kunjung beranjak. Bahkan, Fathir terduduk hingga sekitar 30 menit di depan patung.

Fathir dirundung lara karena ia kehilangan adik sepupunya, Mita Maulidya (24) saat laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022). Mita Maulidya menjadi salah satu korban meninggal dunia.

Baca juga: Teka-teki Pintu 13 Tak Dibuka saat Tragedi Kanjuruhan Terungkap, 3 Orang Ini Dapat Sanksi dari PSSI

Fathir bercerita dia menonton laga Arema FC vs Persebaya bersama Mita dan sejumlah kawannya.

Fathir dan Mita duduk bersebelahan di tribun atau gate 13, Stadion Kanjuruhan.

"Gas air mata ditembakkan ke arah tribun 13, tempat saya dan Mita menonton pertandingan," katanya, Senin (3/10).

Tragedi Kanjuruhan yang menelan ratusan jiwa orang pada Sabtu 1 Oktober 2022, tampak berbagai pihak menyudutkan suporter. Kini Aremania tampak berikan penjelasan agar dapat didengar publik.
Tragedi Kanjuruhan yang menelan ratusan jiwa orang pada Sabtu 1 Oktober 2022, tampak berbagai pihak menyudutkan suporter. Kini Aremania tampak berikan penjelasan agar dapat didengar publik. (Kolase Instagram arema_bluearmy)

Seketika itu pula, suporter yang berada di gate 13 panik dan berlarian menjauhi asap.

Mereka berebut keluar hingga berdesak-desakan.

Suara meminta tolong kencang terdengar bersahutan.

Suporter yang terjatuh pun terinjak-injak hingga meninggal dunia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved