Polisi Belum Temukan Identitas Mayat Pria di Bawah Jembatan Tol Jagorawi, 10 Saksi Diperiksa

Satreskrim Polresta Bogor Kota terus melakukan penyelidikan terhadap penemuan mayat pria di bawah jembatan Tol Jagorawi.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Dhoni Erwanto saat memeriksa TKP penemuan mayat di Tol Jagorawi pada kemarin Rabu (5/10/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Satreskrim Polresta Bogor Kota terus melakukan penyelidikan terhadap penemuan mayat pria di bawah jembatan Tol Jagorawi, pada Rabu (5/10/2022).

Sampai saat ini, Kamis (6/10/2022) Satreskrim Polresta Bogor Kota sudah memeriksa 10 orang untuk dimintai keterangan.

"Sudah kita temukan 10 orang. Mulai dari Jasamarga, kemudian dari pihak ketiga Jasamarga, salah satunya adalah yang melakukan perawatan di jalan tol. Karena di lokasi ada pekerjaan penanaman pohon, perapihan pohon, dan striping perapihan tepi jalan. Jadi mereka melakukan pekerjaan di situ dari pagi sampai sore," kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Dhoni Erwanto kepada wartawan.

Dhoni melanjutkan, pemeriksaan 10 orang terkait kejadian ini untuk bisa mengetahui secara pasti kejadian ini.

Namun, sejauh ini, pihaknya masih belum menemukan keterangan secara pasti dari saksi-saksi yang diperiksa.

"Belum ada keterangan. Sampai dengan hari ini masih kita dalami terus," katanya.

Belum mendapat keterangan saksi itu, membuat polisi masih belum bisa mengungkap identitas dan kejadian ini.

Pihaknya, kata Dhoni, akan terus melakukan pemeriksaan.

"Sampai dengan hari ini kami belum bisa menemukan identitas korban. Dari identitas perekaman KTP tidak muncul yang terkait kemungkinan besar karena belum ada E-KTP," ungkapnya.

Terkait luka di bagian kepala pun, kata Dhoni, pihak RSUD Ciawi meminta untuk memaksimalkan identitas.

"Kalau dari pihak kesehatan maupun RSUD Ciawi meminta kita untuk memaksimalkan identitas. Nanti apabila sudah tiga hari tidak ada keluarga yang mengakui bahwa ini salah satu anggota keluarganya, baru bisa dilakukan autopsi setelah 3 x 24 jam," tandasnya (*).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved