Bangkit Dari Pandemi Covid-19, Ekspor Bunga Krisan di Megamendung Bogor Tembus Pasar Internasional

Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 5.000 batang Bunga Krisan saat ini sudah masuk dalam kantong pesanan Kelompok Tani Swastika Jaya rintisan Ketut Swar

TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Bunga krisan yang dihasilkan oleh Kelompok Tani Swastika Jaya Megamendung, Kabupaten Bogor, yang saat ini, tembus pasar internasional, Jumat (7/10/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, MEGAMENDUNG - Potensi ekspor bunga krisan asal Desa Sukamanah, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, nyatanya cukup menjanjikan.

Ditanam oleh Kelompok Tani Swastika Jaya di sebuah green house berukuran hampir 1.000 meter persegi ini, bunga tersebut bisa terjual sampai ke Jepang dan Abu Dhabi.

Bahkan, disebut-sebut, kualitas bunga ini mengalahkan kualitas bunga krisan yang dihasilkan di luar negeri.

Kualitas itulah, nampaknya membuat para konsumen dari luar negeri itu, terpesona dan akhirnya memesan.

Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 5.000 batang Bunga Krisan saat ini sudah masuk dalam kantong pesanan Kelompok Tani Swastika Jaya rintisan Ketut Swarjana, seorang keturunan Bali yang sudah hampir 30 tahun tinggal di kawasan Megamendung.

Ditangan Ketut, bunga yang sedianya dijadikan hiasan pernikahan, karangan ucapan duka, serta hiasan hotel-hotel bisa bernilai ekonomis tinggi.

Diketahui, Green House Bunga Krisan ini berdiri sejak tahun 2012, hingga mampu menunjukan potensi wilayah Kabupaten Bogor yang sedianya cukup melimpah.

"Ini kita sedang persiapan buat ekspor bunga krisan ke Jepang minggu depan rencananya. Kita persiapan satu untuk terutama kualitas. Kedua, adalah kuantitas. Rencananya yang akan kita kirim untuk minggu depan 5.000 batang sampai 12.000," kata Ketut saat dijumpai TribunnewsBogor.com, di green house miliknya, Kamis (6/10/2022)..

Ekspor yang mencapai belasan ribu ini, diakui Ketut, merupakan capaian tertinggi pasca pandemi melanda.

Sebab, selama pandemi, daya ekspor bunga krisan ini, menurun drastis.

"Kita ini daya jualnya adalah 24 yen per batang. Jika dirupiahkan saya juga kurang tau. Dulu kita ekspor sebelum covid. Karena covid kan kita menurun ekspornya. Sekarang baru mulai persiapan ekspor untuk minggu depan. Karena covid termasuk agak susah. Tapi, ini kita sudah ekspor yang ke 10 lebih," ungkapnya.

Mentan RI SYL saat panen dan mengecek kesiapan ekspor Bunga Krisan di Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Kamis (6/10/2022)
Mentan RI SYL saat panen dan mengecek kesiapan ekspor Bunga Krisan di Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Kamis (6/10/2022) (TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat)

Ekspor kali ini, kata Ketut, masih bisa menunjukan eksistensi persaingan diantara semua kalangan produsesen bunga krisan.

"Abu Dhabi sama Jepang. Baru dua negara aja yang kita bisa ekspor. Kebetulan disini itu ada 8 jenis. Bunga salju putih yang paling diminati saat ini, " tambahnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved