Pertimbangkan Usung Ganjar Pranowo Jadi Capres, PPP Singgung Soal Kedekatan

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono mengakui bahwa pihaknya mempertimbangkan sosok Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden.

Editor: Vivi Febrianti
KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono mengakui bahwa pihaknya mempertimbangkan sosok Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden untuk berkontestasi pada pemilihan tahun 2024 mendatang. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono mengakui bahwa pihaknya mempertimbangkan sosok Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden untuk berkontestasi pada pemilihan tahun 2024 mendatang.

PPP bersama PAN dan Golkar yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) disebut belum membahas bakal capres yang akan diusung.

Mengenai status Ganjar sebagai kader PDI-P, Mardiono pun membuka peluang untuk mengajak partai banteng itu untuk mengusung sang gubernur Jawa Tengah pada 2024 mendatang.

Isu dukungan capres untuk Ganjar sendiri mencuat usai kader-kader PPP di sejumlah daerah seperti di Medan, Sumatera Utara, Banten, dan Jakarta Selatan mengumumkan mendukung Ganjar sebagai calon presiden.

Baca juga: Anies Vs Ganjar Disebut Paling Pantas Maju Sebagai Capres 2024, Siapapun yang Menang Harus Diterima

Mardiono menyatakan bahwa suara dari kader-kadernya di daerah akan dibawa sebagai bahan pertimbangan di Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

"Tentu karena PPP ini partai yang demokratis, sehingga kami mendengarkan suara-suara yang muncul dari arus bawah, sehingga nanti menjadi pertimbangan DPP untuk mengambil keputusan lebih lanjut,” kata Mardiono dalam program “Kompas Petang”  Kompas. TV, Senin (10/10/2022).

Lebih lanjut, Mardiono mengaku PPP selama ini sudah punya kedekatan dengan Ganjar.

Kedekatan itu terwujud dalam kontestasi pemilihan gubernur Jawa Tengah, saat Ganjar menang bersama kader sekaligus putra tokoh PPP mendiang Maimoen Zubair, Taj Yasin Maimoen.

"Kedekatan PPP dengan Ganjar selama ini sudah diwujudkan dalam kerja sama, yaitu memimpin di Jawa Tengah,” kata Mardiono.

Baca juga: Sebut Ganjar dan Prabowo Bakal Teruskan Proyek Jokowi, Rocky Gerung: Mau Lihat Kontras Pilih Anies

Mengenai peluang mengajak PDI-P turut serta, Mardiono menyebut hal itu bisa saja terjadi karena koalisinya terbuka untuk semua partai.

KIB sendiri terdiri dari PPP, Golkar, dan PAN.

Akan tetapi, dukungan calon presiden dari pihak PDI-P disebutnya sebagai urusan internal partai banteng sendiri.

Ia mengaku pihaknya tak akan ikut campur karena PDI-P bukan anggota koalisi.

"Selama ini KIB terbuka dengan partai-partai lain untuk bergabung, karena koalisi adalah bentuk keniscayaan bagi demokrasi kita. Pilpres 2019 itu yang bisa mandiri hanya PDI-P, ya,” kata Mardiono.

Kata Sekjen PDIP

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved