Sudah Sepekan, Identitas Mayat Pria di Bawah Tol Jagorawi Bogor Masih Misterius, 12 Saksi Berbicara
Mayat yang ditemukan di bawah jembatan Tol Jagorawi pekan lalu masih menjadi misteri terkait identitasnya.
Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Yudistira Wanne
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Polresta Bogor Kota masih kesulitan mengungkap identitas mayat pria yang ditemukan tewas di bawah jembatan Tol Jagorawi pada Rabu (5/10/2022) lalu.
Sampai saat ini, Selasa (11/10/2022) atau sepekan kejadian, polisi belum bisa mengungkap identitas mayat tersebut.
"Belum. kita masih mencari siapa identitas korban dan mencari saksi yang kenal dengan korban," kata Plt Kapolresta Bogor Kota AKBP Ferdy Irawan saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Selasa.
Pemeriksaan yang terus dilakukan ini, kata Ferdy melibatkan saksi-saksi yang turut diperiksa.
Namun, dari keterangan para saksi, identitas dari mayat ini belum bisa diketahuo secara jelas.
"Dari luka mengarah kepada kekerasan. Tapi, dari beberapa saksi yang kita mintai keterangan masih belum ada yany mengenali," ungkapnya.
Ferdy pun memastikan, sampai saat ini, tim reskrim masih terus bekerja guna mengungkap temuan mayat ini.
"Sampai saat ini tim Reskrim Polresta Bogor Kota masih terus bekerja," tandasnya.
Seperti yang diketahui sebelumnya, penemuan mayat pada Rabu (5/10/2022) lalu ini sempat menghebohkan warga sekitar.
Mayat yang ditemukan dengan luka benda tajam dibagian kepala ini sempat menjadi tontonan warga.
Beberapa saksi pun langsung diperiksa untuk menguak secara pasti identitas mayat ini.
"Kami masih mendalami terkait korban sampai saat ini penyelidikan terus berlangsung untuk mencari identitas korbannya. Untuk saat ini sudah 12 orang saksi yang kita mintaiin keterangan," kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Dhoni Erwanto dalam pesan tertulisnya kepada TribunnewsBogor.com belum lama ini.
Dari hasil pemeriksaan, sampai saat ini, kata Dhoni, korban diduga merupakan tuna wisma.
Sebab, dari 12 saksi yang dimintai keterangan, rata-rata tidak mengenali korban.
"Diduga korban adalah tuna wisma karena beberapa saksi rata rata tidak mengenal," katanya.