Polisi Tembak Polisi

Gestur Ferdy Sambo saat Jaksa Baca Dakwaan, Tak Bisa Diam saat Nama Putri Candrawathi Disebut

Gerak-gerik Ferdy Sambo disorot saat Jaksa Penuntut Umum membacakan surat dakwaan. Ferdy Sambo sibuk lakukan ini saat Putri Candrawathi dikuliti

Penulis: khairunnisa | Editor: Soewidia Henaldi
Youtube channel Kompas tv
Gestur Ferdy Sambo disorot saat Jaksa Penuntut Umum membacakan surat dakwaan. Ferdy Sambo sibuk lakukan ini saat perbuatan Putri Candrawathi dikuliti 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Gerak-gerik Ferdy Sambo di sidang perdana kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hurabarat ( Brigadir J) tuai sorotan.

Terlebih selama Jaksa Penuntut Umum membacakan surat dakwaan, Ferdy Sambo tak hanya diam.

Untuk diketahui, hari ini Senin (17/10/2022), empat terdakwa pembunuhan Brigadir J disidangkan.

Sejak pagi sekira pukul 08.30 Wib, Bripka Ricky Rizal ( Bripka RR), Kuat Maruf, Putri Candrawathi, dan Ferdy Sambo sudah tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Duduk di depan hakim, Ferdy Sambo tampak mengenakan baju dan masker bermotif batik.

Baca juga: Ferdy Sambo Tampil Paling Beda di Sidang Perdana, Kuat Maruf dan Bripka RR Sempat Alami Insiden Ini

Mantan Kadiv Propam Polri itu membawa buku catatan berwarna hitam serta surat dakwaan dari Jaksa.

Mulai membacakan surat dakwaan, Jaksa Penuntut Umum mengurai kronologi sebelum Brigadir J dihabisi nyawanya.

Kronologi bermula saat para tersangka dan Brigadir J di Magelang.

"Ferdy Sambo yang berada di Jakarta pada Jumat (8/7/2022) dini hari menerima telepon dari Putri Candrawathi sambil menangis, berbicara kepada Ferdy Sambo bahwa Brigadir J selaku ajudan telah masuk ke kamar Putri Candrawathi dan melakukan perbuatan kurang ajar ke Putri Candrawathi," ujar Jaksa Penuntut Umum.

Mendengar cerita sang istri, Ferdy Sambo murka.

Namun di momen itu, baru terkuak bahwa Putri Candrawathi sempat memberikan perintah ke sang suami.

Terdakwa Putri Candrawati tiba di Pengadilan Negeri Jaksel, Senin (17/10/2022).
Terdakwa Putri Candrawati tiba di Pengadilan Negeri Jaksel, Senin (17/10/2022). (Tribunnews.com/Rizki Sandi)

Putri meminta agar Ferdy Sambo tak menghubungi siapa-siapa atas pelecehan yang dialaminya.

"Mendengar cerita tersebut, Ferdy Sambo menjadi marah kepada Yosua, namun Putri Candrawathi berinisiatif meminta kepada Ferdy Sambo untuk tidak menghubungi siapa-siapa 'jangan hubungi ajudan, jangan hubungi yang lain'," ungkap Jaksa Penuntut Umum.

Alasan utama Putri Candrawathi ogah para ajudannya tahu soal pelecehan itu adalah karena takut Brigadir J tahu.

Putri Candrawathi kala itu mengaku ketakutan karena Brigadir J punya senjata.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved