Bogor Diterjang Longsor

Kerahkan Alat Berat, Begini Skema Penanganan Pemkot Bogor untuk Menata Bekas Longsor di Gang Barjo

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai fokus membenahi bekas longsoran di Gang Barjo, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Pemkot Bogor saat meninjau kembali longsor Gang Barjo, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai fokus membenahi bekas longsoran di Gang Barjo, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Beberapa Intervensi rencana pembangunan fisik di lokasi longsor yang menewaskan empat orang ini sudah disiapkan.

Kajian teknis pun, Pemkot Bogor melibatkan Tim Ahli Geologi dan Kelola Tata Kota Universitas Pakuan Bogor.

"Kita bahas adalah penanganan dulu yang di apolo karena ada rumah yang menghantung itu mebahayakan. Penataan dibawah juga membahayakan jdi kita minta itu dilakukan pembongkaran," kata Sekretaris Daerah Kota Bogor Syarifah Sopiah saat dijumpai di lokasi longsor Gang Barjo.

Dia menjelaskan, pembongkaran yang dilakukan ini nantinya akan diikuti dengan masuknya alat berat di lokasi.

Nantinya, alat berat itu akan dikerahkan untuk memperbaiki saluran air dan merapihkan puing reruntuhan.

"Jadi yang Apolopembongkaran untuk jalannya masuk kendaraan masuk alat berat dan yang dibawah PUPR memperbaiki saluran air dan merapihka yang runtuhannya itu dulu," jelasny.

Alat berat ketika sudah masuk, sambung dia, akan membuat turap sebagai penahan tebingan untuk meminimalisir longsor susulan.

"Nanti kalau sudah ada alat berat maka membuat turap dulu dari lahan milik Apolo. Supaya tidak terjadi karena kan ada pengaruh dari aliran sungai cidempit sama cisadane itu aliran itu mmbuat tanah menjadi lembek," tambahnya.

Pun dengan saluran air yang berada di atas bekas longsoran ini, kata dia, akan turut diperbaiki.

"Tambah lagi saluran diatas buangnya langsung ke situ ga ada pengolahannya ga ada risplang gitu, jadi itu semua bangunan semua dibongkar terus kemudian juga dibawah pengerjaan untuk tebinganya itu PUPR dan teknik sipil, fisik dulu," ungkapnya.

Dalam melakukan intervensi fisik ini juga diikuti dengan pengalokasian dana bagi warga yang terdampak langsung.

Dimana, saat ini, kata Syarifah, warga yang terdampak langsung sudah diberikan hunian sementara yang jangka waktunya itu selama tiga bulan.

"Yang terdampak langsung menghuni sudah disediakan oleh BPBD. Sekarang mereka mau berkumpul dipengungsian di aula juga boleh. Tapi, sebetulnya sudah ada rumah yang disewakan," tambahnya.

Meski begitu, tegas Syarifah, Pemkot terus fokus membenahi fisik dari bekas longsoran ini.

"Tahun ini juga itu (turap) akan dikerjakan oleh Apolo. Karena APBD tidak boleh mengerjakan aset privat. Jadi kita yang APBD dibawah tuh penataan gitu," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved