Hari Sumpah Pemuda

Makna Teks Sumpah Pemuda, Beserta 14 Tokoh Penting di Balik Perumusan Naskah dan Perannya

Lahirnya Sumpah Pemuda tentunya tidak lepas dari tokoh-tokoh penting yang berjasa yang membuat keputusan ikrar Sumpah Pemuda. 

Tayang:
Penulis: tsaniyah faidah | Editor: Tsaniyah Faidah
YouTube via Tribunnews.com
Sumpah Pemuda menjadi cikal bakal pergerakan pemuda Indonesia yang berjuang bersama meraih kemerdekaan Republik Indonesia. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sumpah Pemuda merupakan momen penting bersejarah yang selalu diperingati setiap tanggal 28 Oktober

Hari Sumpah Pemuda merupakan salah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia melawan kolonialisme Belanda.

Sumpah Pemuda adalah pergerakan kemerdekaan Republik Indonesia yang dilakukan para pemuda pemudi Indonesia dengan menyatakan ikrar satu Tanah Air, satu bangsa dan satu bahasa. 

Lahirnya Sumpah Pemuda tentunya tidak lepas dari tokoh-tokoh penting yang berjasa yang membuat keputusan ikrar Sumpah Pemuda

Siapa saja tokoh penting di balik sejarah Sumpah Pemuda?

1. Muhammad Yamin

Muhammad Yamin merupakan satu di antara pencetus Kongres Pemuda II.

Meski sebagai pencetus, ia malah didapuk menjadi sekretaris.

Saat dicalonkan sebagai ketua, ia tak terpilih lantaran berasal dari Jong Sumatranen Bond.

Padahal, kala itu Kongres Pemuda membutuhkan pemimpin yang dianggap sangat netral.

Muhammad Yamin juga yang merumuskan teks Sumpah Pemuda dan selalu mengusung Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

2. Soenario

Merupakan seorang pengacara yang aktif membela para aktivis kemerdekaan pada waktu itu.

Soenario dipercaya sebagai penasihat panitia perumusan Sumpah Pemuda dan juga pembicara.

Pria yang lahir di Madiun, Jawa Timur pada tahun 1902 ini memiliki nma lengkap Prof. Mr. Sunario Sastrowardoyo.

Baca juga: Cerita Penulis Buku Sejarah di Rumpin Bogor, 7 Tahun Cari Makam Pejuang Kemerdekaan

3. J. Leimena

Johannes Leimena lahir di Ambon, Maluku pada tahun 1905.

Saat Kongres Pemuda II masih berjalan, dia merupakan anggota panitia kongres.

Perlu diketahui bahwa Leimena merupakan mahasiswa aktivis yang mengetuai organisasi Jong Ambon.

4. Soegondo Djojopoespito

Seorang aktivis pendidikan yang juga tinggal di kediaman Ki Hajar Dewantara.

Tokoh pemuda yang satu ini lahir pada tahun 1905.

Tidak banyak orang yang tahu bahwa Soegondo inilah yang memimpin jalannya Kongres Pemuda II hingga menghasilkan Sumpah Pemuda yang kini terkenal.

5. Djoko Marsaid

Merupakan wakil ketua saat Kongres Pemuda berlangsung.

Djoko sendiri merupakan ketua dari Jong Java.

Tidak banyak informasi yang bisa digali dari seorang Djoko Marsaid ini.

Namun, namanya tetap tercantum dalam tokoh penting perumusan Sumpah Pemuda.

Baca juga: Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Jalan Salak Bogor Namanya Diganti?

6. Kartosoewirjo

Pria bernama lengkap Sekarmadji Maridjan Kartosiewirjo ini merupakan pemimpin DI/TII yang mendeklarasikan Negara Islam Indonesia.

Walau begitu, dia merupakan salah satu tokoh penting dalam pembuatan Teks Sumpah Pemuda 1928.

Pria Kelahiran 7 Februari 1905 ini merupakan segelintir putra bangsa yang berhasil mengenyam pendidikan Eropa kala itu.

Dia bersekolah di Holland Inlandsche School (HIS) di Rembang.

Tempat itu merupakan sekolah elit khusus untuk anak-anak Eropa totok dan Indo (campuran).

7. Amir Syarifuddin Harahap

Wakil dari Jong Batak Bond.

Saat perumusan Sumpah Pemuda dia kerap menyumbangkan ide-ide brilian.

Amir juga merupakan aktivis anti Jepang dan pernah terancam hukuman mati.

8. Sie Kong Liong

Sie Kong Liong adalah pemuda keturunan Tionghoa, beliau mempunyai peran yang penting dalam kelancaran Kongres Pemuda pada saat itu.

Hal itu dikarenakan beliau telah menyediakan rumahnya sebagai tempat dilaksanakannya Kongres Pemuda.

Rumah tersebut kini jadikan Museum Sumpah Pemuda, terletak di Jalan Kramat No.106, Jakarta Pusat.

Baca juga: Banyak Alami Perubahan Nama dari Zaman Belanda, Ini Sejarah Jalan Suryakencana Bogor

9. W.R. Supratman

Masih ingat W.R. Supratman?

Ya, dialah pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Tidak banyak yang tahu bahwa pria bernama lengkap Wage Rudolf Soepratman ini merupakan seorang wartawan dan pengarang.

Selain itu, dia juga pandai dalam memainkan biola.

Saat penutupan Sumpah Pemuda, dia memainkan sebuah lagu secara instrumental dengan biola (tanpa teks) yang kini dikenal sebagai lagu Indonesia Raya.

10. S. Mangoensarkoro

Merupakan seorang tokoh penting yang lahir pad tahun 1904.

Pria bernama lengkap Sarmidi Mangoensarkoro ini merupakan pejuang di bidang pendidikan.

Saat Kongres Pemuda I dan II, dia sering berbicara mengenai pendidikan untuk bangsa Indonesia.

Berkat konsentrasinya yang kuat dalam bidang tersebut, dia dipercaya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 1949 hingga 1950.

11. A.K. Gani

Pria bernama asli Adnan Kapau Gani ini merupakan aktivgis pemuda yang lahir di Palembang, Sumatra Barat pada tahun 1905.

Dia bergerak dalam organisasi Jong Sumatra Bond.

Baca juga: 6 Negara Pertama yang Akui Kemerdekaan Indonesia, Mesir hingga Arab Saudi

12. Mohammad Roem

Mohammad Roem merupakan aktivis pemuda sekaligus mahasiswa hukum.

Rasa nasionalisme dalam dirinya terbakar setelah mendapatkan perlakukan diskriminatif di sekolah Belanda.

Akhirnya, pria yang sering disapa Moh.Roem ini bertekad untuk ikut serta dalam perumusan ikrar Sumpah Pemuda.

13. Kasman Singodimedjo

Perintis keberadaan Pramuka di Indonesia.

Dia juga dikenal sebagai orator yang ulung.

Pria kelahiran Purworejo, Jawa Tengah ini pernah menjabat sebagai Jaksa Agung INdonesia dari tahun 1945 hingga 1946.

14. Dolly Salim

Meski bukan merupakan anggota Kongres, Dolly Salim memiliki peran penting dalam Sumpah Pemuda.

Wanita bernama lengkap Theodora Athia Salim ini adalah sosok yang melantunkan lagu Indonesia Raya melalui biolanya.

Tak hanya itu, Dolly Salim bahkan juga melantunkan lirik lagu tersebut.

Namun, kata “merdeka” diganti dengan “mulia” agar Belanda tidak terusik.

Isi teks otentik Sumpah Pemuda 28 Oktober
Isi teks otentik Sumpah Pemuda 28 Oktober (IST/Museum Sumpah Pemuda)

Naskah Sumpah Pemuda

Pada 28 Oktober 1928, tepatnya di Jakarta, para pemuda berkumpul untuk mengikat janji yang disebut sebagai ‘Sumpah Pemuda’.

Sumpah Pemuda menjadi cikal bakal pergerakan pemuda Indonesia yang berjuang bersama meraih kemerdekaan Republik Indonesia.

Sumpah Pemuda saat itu dibacakan oleh Soegondo Djojopoespito yang menjabat sebagai Ketua Kongres.

Di balik rumusan teks sumpah pemuda, ada peran Dr Moh Yamin yang disebut merumuskan deklarasi tersebut.

Lantas, bagaimana isi teks sumpah pemuda?

Isi Sumpah Pemuda adalah ikrar para pemuda yang dibacakan saat peristiwa Kongres Pemuda II pada tanggal 28 Oktober 1928 di Jakarta.

Berikut ini adalah isi teks Sumpah Pemuda seperti dikutip dari situs resmi Museum Sumpah Pemuda Kemdikbud.

Baca juga: Bunyi Naskah Sumpah Pemuda 28 Oktober, Simak Juga Latar Belakang Kemunculannya

Isi Sumpah Pemuda:

PERTAMA.

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,
MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE,
TANAH INDONESIA.

KEDOEA.

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,
MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE,
BANGSA INDONESIA.

KETIGA.

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,
MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN,
BAHASA INDONESIA.

Baca juga: Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Bersatunya Para Pemuda Demi Indonesia Merdeka

Dari ketiga poin isi Sumpah Pemuda itu, ada makna yang terkandung di dalamnya.

Seperti yang ada di alinea pertama, disebutkan bahwa 'mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia'.

Maksud kalimat tersebut adalah para pemuda dan pemudi di Indonesia akan memperjuangkan kemerdekaan bangsa hingga titik darah penghabisan.

Kemudian di alinea kedua, berbunyi 'mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia'.

Maksud pada alinea kedua tersebut adalah sebagai pemuda dan pemudi Indonesia yang berasal dari suku, ras dan agama yang berbeda, tetapi tetap bersatu dalam satu bangsa, yaitu Indonesia.

Lalu yang terakhir pada alinea ketiga Sumpah Pemuda, bertuliskan 'menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia'.

Pada alinea ketiga itu dimaksudkan para pemuda dan pemudi menegaskan untuk mempersatukan menjadi Indonesia, maka bahasa persatuan menjadi identitas keseluruhan.

Atas dasar itu kemudian setiap rakyat menjunjung bahasa Indonesia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved