Polisi Tembak Polisi

Sebut Susi Ketakutan Sepanjang Persidangan, Pakar Ungkap Kemungkinan ART Ferdy Sambo dalam Ancaman

Pakar Mikro Ekspresi Kirdi Putra menduga saksi ART Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Susi, tidak benar-benar mengalami apa yang ia jelaskan di depan

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: khairunnisa
Kolase Kompas TV/Kompas.com
Pakar Mikro Ekspresi Kirdi Putra menduga saksi ART Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Susi, tidak benar-benar mengalami apa yang ia jelaskan di depan majelis hakim. 

"Ini sebetulnya kita sebut sebagai holding position, ketika seseorang sedang nerveous, mereka cenderung megang sesuatu, butuh pegangan. Apakah itu micnya dipegangin, atau pegangan mic. Dalam hal ini Susi megang kaki yang ditumpukan tubuhnya," tuturnya.

Kemudian ia juga menyinggung ekspresi Susi saat berhadapan dengan Bharada E.

"Ketika Bharada E ngomong, dia menunduk menghindari pandangan visual. Orang menunduk memang belum tentu bohong, tapi ketika saya dikonfrontir dengan seseorang yang saya tahu menurut saya benar dan dia yang salah, saya akan lihatin orang itu dan cenderung minta tolong apakah melihat hakim atau JPU. Istilahnya wajah saya menampilkan sesuatu, menanggapi, tapi ini kan enggak," kata dia.

Kemudian ia juga menangkap sinyal lainnya cemas yang diperlihatkan oleh Susi.

"Ketika dia sudah menjawab, terlihat bahwa Susi meneguk ludah, sinyal bahwa dia stress. Sepanjang dia bersaksi, mukanya terlihat tidak ada ekspresi, tapi kalau dilihat dia menarik bibir agak kencang di sini, itu dia takut," ujarnya.

Baca juga: Putri Candrawathi Tutup Mata, Ibunda Brigadir J Emosi Suaminya Dicecar oleh Pengacara Ferdy Sambo

Ia pun mengatakan, ada tiga kemungkinan yang membuat Susi melakukan hal itu di persidangan.

Pertama, yakni Susi kemungkinan diduga menerima intensif atau diimingi oleh Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

"Kedua apakah ada ancaman terhadap dia, keluarga atau orang terdekat dia. Atau ketika apakah dia sendiri merasa bahwa ketergantungan dia terhadap atasannya dan merasa berhutang budi sehingga harus melindungi," tandasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved