Polisi Tembak Polisi
Sebut Permintaan Maaf Ferdy Sambo Tak Tulus Beda dengan Bharada E, Ayah Yosua : Dia Menganggap Remeh
Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat menilai permintaan maaf Ferdy Sambo tak tulus. Samuel lantas membandingkannya dengan permintaan Bharada E
Penulis: khairunnisa | Editor: Soewidia Henaldi
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Samuel Hutabarat, ayah almarhum Brigadir J menilai permintaan maaf Ferdy Sambo tidak tulus.
Tak cuma Ferdy Sambo, Putri Candrawathi juga dinilai Samuel Hutabarat tidak sepenuh hati mengurai permintaan maaf di depannya.
Hal itu kontras dengan apa yang telah dilakukan terdakwa lainnya yakni Bharada Richard Eliezer ( Bharada E) di persidangan pekan lalu.
Seperti diketahui dalam persidangan kasus kematian Brigadir J pada Selasa (1/11/2022) kemarin, Ferdy Sambo untuk pertama kalinya meminta maaf kepada orangtua Yosua, Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak.
Usai mendengar permintaan maaf dari sang mantan Kadiv Propam Polri, hati Samuel masih terasa sesak.
Pasalnya menurut Samuel, Sambo tidak secara tulus dan ikhlas meminta maaf kepada keluarganya atas kematian Yosua.
Terlebih saat melayangkan permintaan maaf, Ferdy Sambo masih saja menyinggung dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Yosua terhadap Putri Candrawathi.
"Soal permintamaafan Ferdy Sambo sama Putri Candrawathi itu tampaknya tidak seikhlasnya meminta maaf. Dia selalu menekankan bahwa anak saya melakukan pelecehan seksual di Magelang," kata Samuel Hutabarat dalam wawancara di kanal official inews dilansir TribunnewsBogor.com pada Rabu (2/11/2022).
Menurut Samuel, tudingan pelecehan tersebut nyatanya adalah keliru.
Sebab tidak ada bukti akurat yang membenarkan dugaan Yosua melecehkan istri Ferdy Sambo.
"Di Magelang kan tidak ada laporan ke polisi. Jadi kalau memang anak kami melakukan sesuatu hal yang tidak terpuji disana, dia (Ferdy Sambo) kan polisinya polisi, ya lapor dong ke polisi, jangan membangun alibi untuk menodai kehormatan keluarga terutama almarhum," imbuh Samuel dengan raut wajah kesal.
Baca juga: Ferdy Sambo Jalan Tegak Keluar Ruang Sidang, Pakar Ungkap Penyebab FS Bisa Sepede Itu: Ada Dukungan
Lantaran tak melihat adanya ketulusan, Samuel dan Rosti Simanjuntak enggan melihat Sambo yang kala itu meminta maaf.
"Dari raut wajahnya saya lihat tidak ada (ketulusan dari Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi). Dari cara berbicaranya aja tidak ada. Itu makanya kami dengan istri memalingkan muka aja. Saya lihat dari caranya itu settingan belaka," ujar ayah empat anak itu.
Lebih lanjut, Samuel menuturkan bahwa sifat arogan Ferdy Sambo masih bisa ia lihat dalam persidangan kemarin.
Bahkan diakui Samuel, ia masih melihat bahwa Sambo seperti menganggap remeh semua orang di persidangan.
"Dari awal kami masuk ruang persidangan, saya langsung melotot ke arah mereka berdua (Sambo dan Putri). Dari sinar mata mereka itu masih ada terbesit sifat yang lalu, sifat waktu dia masih jadi Kadiv Propam," ungkap Samuel Hutabarat.
"Dia (Ferdy Sambo) masih menganggap remeh orang. Masih di bawah dia semua rasanya orang itu. Dari gestur tubuhnya tatapan matanya," sambungnya.
Beda dengan Bharada E
Berbeda dengan Ferdy Sambo, penilaian Samuel terhadap Bharada E yang notabene menembak Yosua sangatlah berbeda.
Diakui Samuel, Bharada E tulus meminta maaf kepada keluarganya.

Sebab bukan baru di persidangan saja Bharada E meminta maaf kepada keluarga Yosua.
Jauh sebelum persidangan, Bharada E dan keluarga besarnya bahkan sudah meminta maaf kepada Samuel sekeluarga.
"Bharada E pada bulan delapan, dari awal memang keluarga besar Bharada E langsung meminta maaf kepada saya, video call dengan saya waktu saya di Jambi. Seminggu entah berapa hari lagi, Bharada E tulis surat tangan sendiri untuk minta maaf. Jadi saya lihat keseriusan orang itu dan mengakui kesalahan," akui Samuel Hutabarat.
Hal itulah yang akhirnya membuat Samuel luluh di persidangan.
Saat Bharada E bersimpuh di kakinya, Samuel mengusap kepala sang terdakwa seraya menerima permohonan maafnya.
"Itulah kenapa saya respon minggu lalu, sampai Bharada E bersimpuh di hadapan kita itu kalau kita tidak memaafkan kita nanti yang salah. Menurut ajaran agama kita itu kita harus memaafkan orang yang sudah mengakui kesalahannya," pungkas Samuel Hutabarat.
Baca juga: Pengacara Ferdy Sambo Disoraki Pengunjung Sidang, Pertanyaan Arman Hanis Bikin Ayah Brigadir J Emosi
Isi Permintaan Maaf Sambo dan Bharada E
Untuk diketahui, Ferdy Sambo untuk pertama kalinya bertemu dengan keluarga Brigadir J di persidangan.
Dalam pertemuan itu, Ferdy Sambo membacakan permintaan maafnya di depan orangtua Yosua.
"Bapak dan ibu, saya sangat memahami perasaan ibu dan saya mohon maaf atas apa yang terjadi. Saya yakin, saya berbuat salah dan saya bertanggungjawab atas apa yang saya lakukan. Saya juga sudah meminta ampun terhadap Tuhan. Lewat persidangan ini saya ingin menyampaikan bahwa peristiwa yang terjadi adalah akibat dari kemarahan saya atas perbuatan anak bapak ke istri saya! Itu yang saya ingin sampaikan dan kita akan buktikan di persidangan," ungkap Ferdy Sambo dengan mata melotot dan suara tegas.
Lain Ferdy Sambo lain pula Bharada E.
Pemuda 21 tahun itu bahkan menahan tangis saat mengurai permintaan maafnya kepada orangtua Brigadir J.
Eliezer bahkan berjanji akan membela Brigadir J di persidangan.
"Saya cuma ingin menyampaikan saya akan berkata jujur, saya akan membela untuk terakhir kalinya, akan membela abang saya Bang Yos (Brigadir J) untuk terakhir kalinya. Karena untuk saya pribadi, saya tidak mempercayai bahwa Bang Yos telah melakukan pelecehan, saya tidak meyakini Bang Yos melakukan pelecehan," kata Bharada E.(*)