Insiden Arema vs Persebaya

45 Tembakan Gas Air Mata di Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM: 27 Terlihat di Video dan 18 Terdengar

Bahkan, dari 45 tembakan itu, sebanyak 27 diantaranya terlihat dalam video dan 18 lainnya terdengar suaranya. Setiap tembakan gas air mata berisi 1-5

Kolase Instagram arema_bluearmy
Tragedi Kanjuruhan yang menelan ratusan jiwa orang pada Sabtu 1 Oktober 2022, tampak berbagai pihak menyudutkan suporter. Kini Aremania tampak berikan penjelasan agar dapat didengar publik. Komnas HAM menyebutkan ada sekitar 45 tembakan gas air mata saat tragedi kanjuruhan 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sekitar 45 gas air mata yang ditembakkan oleh aparat kepolisian dari unsur Brimob dan Sabhara pada tragedi Kanjuruhan.

Hal itu diperkirakan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM), dalam konferensi pers hasil penyelidikan tragedi Kanjuruhan di kantor Komnas HAM, Jakarta, Rabu (2/11/2022).

Bahkan, dari 45 tembakan itu, sebanyak 27 diantaranya terlihat dalam video dan 18 lainnya terdengar suaranya.

"Diperkirakan gas air mata ditembakkan di dalam stadion di peristiwa ini sebanyak 45 kali," kata Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsar.

"27 tembakan terlihat dalam video, dan 18 lainnya terkonfirmasi terdengar," terang dia.

Rinciannya, Komnas HAM mengatakan dari rentang pukul 22.08-22.09 WIB aparat kepolisian melontarkan 11 kali tembakan gas air mata ke arah selatan lapangan.

Setiap tembakan gas air mata berisi 1-5 amunisi gas air mata.

Kemudian aparat kepolisian kembali menembakkan gas air mata pada pukul 22.11-22.15 WIB sebanyak 24 kali tembakan.

"Jumlah amunisi yang terlihat dalam video sebanyak 30 amunisi yang bersumber dari 10 tembakan," terang dia.

Komnas HAM mengatakan penembakan gas air mata di dalam area Stadion Kanjuruhan itu dilakukan tanpa koordinasi dengan Kapolres Malang.

Penembakan yang dilakukan oleh Brimob dan Sabhara itu atas dasar diskresi dari masing-masing kelompok pasukan pengamanan.

Adapun penggunaan gas air mata oleh pihak keamanan disebut mengacu pada Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tugas Kepolisian Republik Indonesia.

Jenis senjata yang digunakan adalah laras licin panjang, dengan amunisi selongsong kaliber 37,38. Sementara amunisi gas air mata yang digunakan adalah stok tahun 2019 dan telah kadaluarsa.

Di sisi lain match commisioner atau pengawas pertandingan ternyata tidak tahu bahwa gas air mata dilarang dibawa ke dalam area Stadion.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Klub
    D
    M
    S
    K
    GM
    GK
    -/+
    P
    1
    Persija Jakarta
    20
    11
    5
    4
    27
    11
    10
    38
    2
    PSM Makasar
    20
    10
    8
    2
    35
    8
    19
    38
    3
    Madura United
    20
    11
    3
    6
    26
    14
    8
    36
    4
    Persib
    18
    11
    3
    4
    31
    25
    5
    36
    5
    Bali United
    20
    11
    2
    7
    44
    21
    14
    35
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved