Polisi Tembak Polisi

Di Hadapan Benny Ali, Putri Candrawathi Menangis Ceritakan Pelecehan Brigadir J: Dipegang-pegang

Eks Karo Provos Divpropam Polri Brigjen Benny Ali mengungkap bentuk dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir J kepada Putri Candrawathi.

Tayang:
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: khairunnisa
Kolase Youtube
Eks Karo Provos Divpropam Polri Brigjen Benny Ali mengungkap bentuk dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir J kepada Putri Candrawathi. 

Kemudian saat itu, kata Benny Ali, Ferdy Sambo tampak menambahkan cerita kepadanya.

"Abis itu, Pak FS menambahkan lagi, bercerita lagi. Abis itu saya tanya lagi (ke Putri) gimana ceritanya? Selanjutnya (Putri bercerita) si Almarhum Yosua itu melaksanakan pelecehan sehingga beliau berteriak. Selanjutnya almarhum itu keluar (dari kamar)," ungkap Benny Ali.

"Apa yang diceritakan (Putri Candrawathi) tentang pelecehan itu?," tanya hakim.

"Dipegang-pegang," jawab Benny Ali sambil memegang paha kanannya.

"Dipegang-pegang, (bagian) paha?" tanya Hakim.

Dijawab Benny "iya".

Hakim kemudian bertanya apakah hanya sebatas itu yang disampaikan oleh Putri Candrawathi.

"Iya karena setiap kita tanya, nangis. Iya karena setiap kita tanya, nangis," jawab Benny.

Kemudian Benny Ali pun mengatakan kalau setelah itu dirinya kembali lagi ke TKP di Duren Tiga.

Baca juga: Sempat Nguping Pembicaraan Brigadir J dan Putri di Kamar, Ricky Rizal: Cuma Ada Suara Nangis

"Selesai itu kayaknya infonya sudah dapat, sudah cukup. Setelah itu saya kembali ke TKP. Jadi berdasarkan beberapa keterangan saksi, keterangan FS, termasuk juga beberapa keterangan anggota yang ada di sana. Dapat disimpulkan tapi sementara, sementara dikuatkan dengan keterangan Ibu PC. Jadi terjadi pelecehan di kediaman Kadiv Propam Polri yang diawali adanya dugaan pelecehan dikuatkan oleh keterangan saksi-saksi, Ricky, Kuat, Richard dan FS," pungkasnya.

Ferdy Sambo Sebut Putri Diperkosa

Sementara itu, Ferdy Sambo mengatakan kalau istrinya diperkosa oleh Brigadir J.

Hal itu ia sampaikan saat menepis keterangan Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada Eliezer di persidangan.

Adapun keterangan yang dibantah oleh Ferdy Sambo itu terkait dengan adanya sosok perempuan selain Putri Candrawathi di rumah Ferdy Sambo di Bangka, Jakarta Selatan.

Bharada E menyebut, saat itu perempuan tersebut sedang menangis setelah insiden penembakan Brigadir J.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved