Polisi Tembak Polisi

Menelisik Gejala Hipomania yang Dialami Bharada E, Kondisi Psikologi Eliezer Berbeda dari Biasanya

Ahli psikologi menyebut Bharada Richard Eliezer mengalami hipomania. Kondisi tersebut dialami Bharada E pasca-kasus pembunuhan Brigadir J

Penulis: khairunnisa | Editor: Soewidia Henaldi
Instagram @ronnytalapessy
Ahli psikologi menyebut Bharada Richard Eliezer mengalami hipomania. Kondisi tersebut dialami Bharada E pasca-kasus pembunuhan Brigadir J 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat ( Brigadir J) tampaknya membuat kondisi psikologis para terdakwa terganggu.

Terlebih pada Bharada Richard Eliezer atau Bharada E yang merupakan penembak Brigadir J.

Diminta menembak rekannya oleh atasannya yakni Ferdy Sambo, kondisi psikologi Bharada E berubah usai tersangkut masalah hukum hingga terancam pidana mati.

Namun kini, kecemasan Bharada E mulai mereda pasca-menjadi justice collaborator LPSK.

Membuka kotak pandora kasus kematian Brigadir J, Bharada E percaya diri membongkar kelicikan Ferdy Sambo merencanakan pembunuhan mendiang Yosua.

Hal tersebut diungkap Psikolog klinik dewasa Liza Marielly Djaprie dalam persidangan hari ini, Senin (26/12/2022) di PN Jakarta Selatan.

Bersaksi menjadi ahli dari kubu Bharada E, Liza mengungkap fakta dan temuannya di depan majelis hakim.

Dalam persidangan, Liza yang mendampingi Bharada E guna memulihkan kondisi psikisnya usai pembunuhan Brigadir J pun blak-blakan.

Diakui Liza, di awal pertemuan ia melihat ada ketakutan dalam diri Eliezer.

"Ketika dari awal, ketakutan itu sangat jelas, pertama kali ketemu jelas ada gesture, takut, cemas, harus seperti apa, itu banyak menampilkan gesture bermain-main tangan, menghindari kontak mata," ujar Liza dilansir TribunnewsBogor.com dari Tribunnews.com.

Namun perasaan takut dan cemas di diri Eliezer mendadak hilang usai banyak menerima dukungan dari orang terdekat.

Baca juga: Saksi Ahli Ungkap 2 Hal yang Bisa Ringankan Hukuman Bharada E, Termasuk Pangkat Rendah Eliezer

Hal itulah yang membuat Eliezer bisa kembali berpikir jeli dengan mengurai fakta kasus kematian Brigadir J.

"Tapi seiring dengan waktu, karena emosi itu sesuatu yang dinamis, jadi dia berubah biasanya, apalagi ada proses adaptasi, pembelajaran, dia mulai yakin percaya diri, proses intelejen analisanya jalan," kata Liza.

Melihat perubahan sikap Eliezer, Liza mengungkap kondisi psikologis yang sedang dialami sang terdakwa.

Dari hasil tes, Eliezer mengalami kondisi hipomania.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved