Pembunuhan Berantai Bekasi

Nyaris Tewas Gara-gara Diracuni Sang Pembunuh Berantai, Ujang Ungkap Hubungannya dengan Wowon Cs

Solihin memilih melakukan percobaan pembunuhan kepada Ujang menggunakan kopi saset yang telah dimasukkan racun terlebih dahulu.

Editor: khairunnisa
Tangkapan layar YouTube Kompas TV
Ujang Zainal, tetangga Solihin, menceritakan detik-detik dirinya meminum kopi beracun yang diduga milik pembunuh berantai Bekasi, Jumat (20/1/2023). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Salah seorang korban yang berhasil selamat dari kekejaman pembunuh berantai geng Wowon Cs mengurai cerita mengejutkan.

Ujang Zaenal Mustopa (54) warga Kampung Babakan Mande, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur gagal dijadikan tumbal aksi pembunuhan berantai Wowon Erawan alias Aki, Solihin alias Duloh, dan Dede Solehudin.

Ujang selamat meski sempat meminum kopi kemasan yang ditaruh di etalase warungnya Jumat (13/1/2023).

Setelah meminum kopi yang ditaruh Solihin itu, Ujang pingsan dan mulutnya mengeluarkan busa, sama seperti Ai Maemunah dan dua anaknya.

Rumah Ujang berada tak jauh dari rumah Solihin alias Duloh, eksekutor dalam rangkaian pembunuhan yang dilakukan trio tersebut.

Upaya pembunuhan itu dilakukan Duloh atas perintah Wowon.

Mendengar dia jadi target pembunuhan, Ujang mengaku heran.

Pasalnya, dia mengaku tidak akrab dengan tersangka Solihin, apalagi mempunyai masalah dengan Solihin.

"Enggak (akrab). Enggak suka bicara (dengan Solihin), tapi saya enggak punya masalah," katanya dilansir dari Youtube Kompas TV, Selasa (24/1/2023).

Awalnya dia tidak mengetahui bahwa kopi yang diminum ternyata beracun.

"Enggak, enggak tahu. Kalau tahu, enggak bakal saya minum," jelasnya.

Selain itu, Ujang mengaku tidak curiga mengenai kopi yang ia minum itu.

Baca juga: Update Kasus Pembunuhan Berantai di Bekasi, Polisi Singgung Kemungkinan Ada Komplotan Lain Wowon Cs

Adapun Ujang menemukan bungkus kopi hitam di etalase warung rumahnya pada Jumat (13/1/2023).

"Awalnya belum (curiga). Solihin hari Jumat itu mondar-mandir," katanya.

"Pas penggerebekan (penangkapan pelaku), timbul rasa curiga."

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved