Bantah Lecehkan Bocah hingga Ngaku Dirudapaksa, Ibu Muda Bongkar Alasan Nekat Sayat Dirinya Sendiri

Hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan kepada 17 korban menunjukkan adanya pelecehan seksual yang dilakukan ibu muda berinisial NT

Editor: khairunnisa
Dok Polda Jambi
Pelaku pelecehan seksual terhadap 17 anak saat dibawa ke RSJ untuk diperiksa kejiwaannya (Dok Polda Jambi). NT ngaku dirudapaksa bocah, bukan melecehkan anak-anak 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Keluarga tersangka pelecehan seksual terhadap 17 bocah di Jambi naik pitam usai anggota keluarganya dituding macam-macam.

Pihak keluarga tersangka pelecehan seksual di Jambi, NT (20) membantah tuduhan yang mengatakan NT telah mencabuli 17 anak di bawah umur.

Menurut pihak keluarga, justru NT yang menjadi korban dalam kasus ini karena dirudapaksa oleh beberapa anak saat berada di dalam rumah.

Ayah kandung NT berinisial S meminta Polda Jambi menyelidiki para korban yang mengaku dilecehkan oleh NT.

S mengatakan ada satu korban yang mengaku telah merudapaksa NT, namun NT tetap dijadikan tersangka.

“Ya jangan sepihak, tolong diselidiki lagi. Kalau dibutuhkan, kami siap memberikan keterangan," paparnya dikutip dari TribunJambi.com, Jumat (10/2/2023).

Kasus yang menghebohkan warga Jambi ini terungkap karena para orang tua korban melaporkan NT ke polisi.

Suami NT, AF juga tidak mengetahui perbuatan istrinya dan memberikan keterangan yang dianggap semakin memojokkan NT.

"Mungkin karena yang dilawan massa. Itu yang menjadi pertanyaan. Mungkin enak membuang satu orang, dari pada satu kampung kan,” tegasnya.

Sementara itu, kakak kandung NT, M (25) membantah pernyataan AF yang mengatakan NT memiliki perilaku menyimpang.

Menurut M, perbuatan NT yang menyayat diri sendiri karena ucapan AF yang menyakitkan.

“Memang benar ada aksi menyayat tangan, tetapi itu bukan penyimpangan, tapi karena omongan suaminya yang bilang sudah jijik. Dia berniat bunuh diri karena omongan suaminya," jelasnya.

Baca juga: Tak Percaya Ponakannya Lecehkan 17 Bocah, Bibi Tersangka Sebut Yunita Adalah Korban, Ini Buktinya

Keterangan Para Korban Dianggap Konsisten

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Provinsi Jambi, Asi Novrini, mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara yang sudah dilakukan, tidak ada bukti terjadi kasus rudapaksa seperti yang dikatakan NT.

Hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan kepada 17 korban menunjukkan adanya pelecehan seksual yang dilakukan NT.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved