Tewas Usai 12 Hari Ditinggal Pacar, Kematian Bripda Garry Disebut Tak Wajar, Kapolda Sulut Bersuara
Kasus kematian anggota Brimob Bripda Garry Momomuat menyimpan misteri. Bripda Garry ditemukan tewas usai 12 hari ditinggal kekasih untuk selamanya
Penulis: khairunnisa | Editor: Reynaldi Andrian Pamungkas
Sebab diungkap Rodrigo, polisi harus memeriksa peluru yang ada di tubuh korban.
"Darimana asal peluru tersebut, lalu senjata tersebut milik siapa? Ini harus dibuktikan," kata Rodrigo dikutip pada Rabu (8/3/2023).
Tak hanya itu, Rodrigo juga meminta agar polisi mencari saksi kunci jika memang yang mendiang melakukan tindak bunuh diri.
"Harus ada saksi. Karena segala kemungkinan masih bisa terjadi. Jangan dulu mengambil kesimpulan terlalu cepat," ujar Rodrigo.
Lebih lanjut, Rodrigo mengatakan kasus ini sangatlah mudah dicari kebenaran yakni dengan uji balistik.
Hal itu dilakukan guna menengok kemungkinan tindakan mengakhiri hidup atau dugaan lain.
"Mudah saja. Lakukan uji balistik, kalau memang pelurunya dari pistol yang bersangkutan ada kemungkinan memang bunuh diri," tandasnya.
Baca juga: Meski Tak Dipecat Polri, Bharada E Tidak Bertugas di Brimob Tapi di Tamtama Yanma
Kapolda Sulut Bersuara
Sementara itu, kasus kematian Bripda Garry hingga kini masih diselidiki penyidik.
Terbaru, Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Setyo Budianto menyebut tim penyidik tengah melakukan pengecekan dan penyelidikan.
"Saya sudah tugaskan Kapolres Minahasa, Kasat Reskrim, Dansat Brimob untuk menindaklanjuti serta melakukan olah TKP," imbuh Irjen Pol Setyo Budianto dilansir dari Tribun Sulut.
Lebih lanjut, Sang Kapolda pun meminta timnya untuk melakukan pengecekan terhadap kerabat dan teman-teman Garry.
"Saya sudah menyampaikan kepada para pelaksana di lapangan, untuk melakukan pengecekan berbagai pihak kemudian mengumpulkan keterangan diantaranya teman-teman yang melaksanakan tugas, untuk lebih memastikan apa penyebab melakukan tindakan nekat itu," jelas Irjen Pol Setyo Budianto.
Terkait langkah yang telah diambil, Irjen Pol Setyo Budianto berharap seluruh anggota yang menghadapi masalah pribadi yang dapat mengganggu pelaksanaan tugas dan kedinasan agar dapat segera tertangani.
"Untuk saat ini jenazah sudah diserahkan kepada keluarga, dan saya sudah tugaskan dansat Brimob untuk menindaklanjuti dan menyerahkan kepada keluarga, dengan kondisi yang sudah teriformasi sejak awal," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/kematian-bripda-garryr.jpg)